Thursday, 25 Safar 1441 / 24 October 2019

Thursday, 25 Safar 1441 / 24 October 2019

AS Kirim Delegasi ke Korea Utara

Jumat 15 Feb 2019 10:25 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Friska Yolanda

Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un bertemu dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo di Pyongyang, Korut, Ahad (7/10).

Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un bertemu dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo di Pyongyang, Korut, Ahad (7/10).

Foto: Korean Central News Agency/Korea News Service via AP
Pertemuan akan dilakukan pada pekan depan.

REPUBLIKA.CO.ID, WARSAWA --  Sekretaris Negara Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo mengatakan, Pemerintah AS mengirimkan kembali timnya ke Korea Utara untuk berdiskusi jelang pertemuan Presiden Donald Trump, dan Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un. Pompeo menambahkan, Trump dan Kim akan melihat pilar denuklirisasi yang disetujui dalam pertemuan sebelumnya di Singapura. 

"Kami juga akan berbicara tentang bagaimana mengurangi ketegangan, mengurangi risiko militer untuk memperoleh keamanan dan kedamaian di semenanjung. Kami akan melanjutkan diskusi di seluruh elemen seperti yang dibahas di Singapura," ujar Pompeo dalam wawancara dengan Fox News, Jumat (15/2).

Perwakilan Khusus AS untuk Korea Utara, Stephen Biegun akan mengadakan pembicaraan lebih lanjut dengan Korea Utara pada pekan depan. Biegun mengatakan, diskusi tersebut akan memetakan hasil konkret yang akan dicapai untuk pertemuan kedua di Hanoi pada akhir Februari mendatang. 

Media Korea Selatan menyebut, Biegun mengatakan kepada delegasi parlemen Korea Selatan bahwa di Pyongyang kedua belah pihak sepakat untuk tidak bernegosiasi namun memperjelas posisi masing-masing. Adapun AS dan Korea Utara akan berupaya mempersempit perbedaan mereka dalam putaran pembicaraan berikutnya. 

Sebelumnya, AS meminta Korea Utara untuk mengentikan program senjata nuklir. Pertemuan di Singapura masih menghasilkan komitmen yang samar dan belum mencapai kemajuan. Trump berharap, pertemuan kedua di Hanoi dapat menghasilkan komitmen yang konkret.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA