Rabu 08 Jun 2016 13:11 WIB

Sengketa Laut Cina Selatan, Cina: Filipina Abaikan Perundingan Langsung

Konflik Laut Cina Selatan.
Foto: AP
Konflik Laut Cina Selatan.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Cina pada Rabu (8/6) mengatakan Filipina mengabaikan saran perundingan terkait masalah kelautan. Cina mengulangi pernyataan mereka terbuka untuk mengadakan pembicaraan dwipihak dengan Filipina terkait Laut Cina Selatan.

Filipina mengajukan perkara ke pengadilan internasional di Den Haag, yang menentang pengakuan Cina terhadap sebagian besar Laut Cina Selatan. Cina menolaknya dan ingin menyelesaikannya secara dwipihak.

Dalam pernyataan dalam bahasa Mandarin dan Inggris, Kementerian luar Negeri Cina mengatakan kedua negara itu pada 1995 sepakat menyelesaikan permasalahan di Laut Cina Selatan dengan perilaku damai dan bersahabat melalui pembicaraan dengan dasar kesetaraan dan saling menghormati.

Cina dan Filipina telah mengadakan banyak tahap pertemuan terkait pengaturan yang layak terhadap sejumlah perselisihan maritim, meskipun belum pernah mengadakan negosiasi untuk menyelesaikan perselisihan di Laut Cina Selatan, pihak kementerian mengatakan.

"Cina memiliki sejumlah tawaran kepada Filipina terkait pembentukan sebuah mekanisme konsultasi Cina-Filipina terkait sejumlah isu maritim, meskipun demikian, hingga saat ini belum ada tanggapan apa pun dari pihak Filipina," katanya.

Kementerian Luar Negeri Filipina menolak untuk memberikan komentar. Pejabat kementerian tersebut, yang dekat dengan kasus arbitrasi itu, mengatakan saat Manila mengharapkan pengadilan untuk mengeluarkan putusannya pada bulan ini, mereka akan tetap diam hingga saat itu.

Mantan menteri luar negeri Filipina dan pakar keamanan Amerika Serikat mengatakan pada Selasa Presiden terpilih Filipina, Rodrigo Duterte sebaiknya tidak mengadakan pertemuan bilateral tanpa syarat dengan Cina untuk mencoba mengatasi perselisihan Laut Cina Selatan mereka.

Duterte telah mengatakan dia tidak akan berperang melawan China dan kemungkinan akan mengadakan pertemuan bilateral.

Kementerian China mengulang pernyataan mereka tidak akan menerima penyelesaian konflik apa pun yang dipaksakan kepada mereka, namun pintu negosiasi bilateral Cina-Filipina akan selalu terbuka.

"China mendesak Filipina segera menghentikan kegiatan salah mereka yang mendorong proses pengadilan, dan kembali ke jalan yang benar yaitu menyelesaikan sejumlah perselisihan di Laut Cina Selatan melalui negosiasi bilateral dengan Cina," katanya.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement