Saturday, 11 Jumadil Akhir 1440 / 16 February 2019

Saturday, 11 Jumadil Akhir 1440 / 16 February 2019

PBB Abaikan Desakan Israel untuk Jatuhi Sanksi Hizbullah

Kamis 20 Dec 2018 14:04 WIB

Rep: Fira Nursya'bani/ Red: Nur Aini

Prajurit Hizbullah.

Prajurit Hizbullah.

Foto: www.naharnet.com
Israel ingin Hizbullah dicap sebagai organisasi teroris.

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM -- Israel mendesak sidang khusus Dewan Keamanan PBB untuk menjatuhkan sanksi kepada kelompok militan Lebanon, Hizbullah, pada Rabu (19/12). Israel juga ingin PBB menyatakan kelompok itu sebagai organisasi teroris menyusul ditemukannya terowongan lintas perbatasan yang membentang ke Israel.

Setelah sidang berakhir, dewan tidak mengambil tindakan terhadap permintaan Israel tersebut. Meski demikian, beberapa anggotanya telah memihak Israel dan menyatakan keprihatinan atas pelanggaran Hizbullah terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB yang mengakhiri perang pada 2006.

Israel telah beberapa kali mendesak badan paling kuat di PBB itu untuk mengecam Hizbullah, tetapi tidak pernah berhasil karena ada perpecahan di dewan. Dalam sidang kali ini pun tidak ada langkah untuk mengedarkan rancangan resolusi terkait terowongan buatan Hizbullah.

Alasan utama tidak adanya tindakan dari dewan adalah, beberapa anggota bersikeras pelanggaran Israel atas resolusi 2006 juga harus dimasukkan dalam resolusi baru.

Awal bulan ini, Israel mengumumkan penemuan jaringan terowongan lintas batas milik Hizbullah dan meluncurkan operasi militer terbuka untuk menghancurkan terowongan itu. Sejauh ini, Israel telah menemukan empat terowongan yang diduga akan digunakan untuk menyusup dan menyerang kota-kota Israel serta menculik warga sipil Israel.

“Ini bukan hanya tindakan agresi. Ini adalah tindakan perang. Rakyat Lebanon harus memahami bahwa Hizbullah menempatkan mereka dalam bahaya dan kami berharap Lebanon bisa mengambil tindakan terhadap ini," ujar Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Rabu (19/12), dikutip The Washington Post.

Di PBB, Duta Besar Israel Danny Danon menunjukkan foto udara sebuah kompleks di dekat perbatasan yang menyembunyikan terowongan Hizbullah. Dia juga mempresentasikan foto udara yang menunjukkan tempat penyimpanan senjata yang disembunyikan di desa perbatasan.

Danon mengatakan, Israel telah memberi informasi akurat kepada misi penjaga perdamaian PBB, yang dikenal dengan UNIFIL, tentang terowongan itu. Dia menuduh tentara Lebanon telah menyampaikan informasi kepada Hizbullah, yang memungkinkan kelompok tersebut mencoba menyembunyikan terowongan.

"Pejabat militer Lebanon bekerja untuk Hezbollah, sementara UNIFIL tidak bekerja untuk memenuhi mandatnya di wilayah itu dengan cara yang diperlukan," kata Danon.

Kepala penjaga perdamaian PBB, Jean-Pierre Lacroix, mengatakan UNIFIL telah mengkonfirmasi empat terowongan, termasuk dua terowongan yang melintasi perbatasan ke Israel. Menurutnya, pembuatan terowongan itu merupakan sebuah pelanggaran serius dari resolusi gencatan senjata 2006.

Lacroix menuturkan, UNIFIL telah bertindak bijaksana untuk menyelesaikan penyelidikannya. UNIFIL juga bekerja dengan kedua belah pihak untuk menonaktifkan semua terowongan yang melintasi perbatasan. "Ini adalah masalah yang serius," kata dia.

Duta Besar Lebanon untuk PBB, Amal Mudallali, mengatakan negaranya menganggap serius masalah ini dan tetap berkomitmen pada resolusi gencatan senjata. "Komitmen ini bukan retorika, dan ini bukan kata-kata belaka, karena komitmen ini untuk kepentingan negara saya dan rakyat saya," ungkap Mudallali.

Namun, dia juga menuduh Israel berulang kali melanggar resolusi dengan memerintahkan pasukannya untuk secara rutin terbang melalui langit Lebanon. "Jika kami menyerukan pertemuan Dewan Keamanan setiap kali Israel melanggar kedaulatan Lebanon sejak 2006, maka akan ada pertemuan 24 jam dalam sepekan," ujar dia.

Beberapa anggota dewan mendukung Israel dalam mengecam terowongan Hizbullah. Swedia mengatakan kemampuan militer Hizbullah telah menimbulkan risiko yang jelas bagi stabilitas regional. Sementara Belanda dengan keras mengecam terowongan itu sebagai sebuah pelanggaran mencolok atas kedaulatan Israel dan hukum internasional.

Wakil Duta Besar Rusia untuk PBB, Vladimir Safronkov, menekankan hubungan historis yang baik antara Moskow dengan Israel dan Lebanon dalam pidatonya di dewan. Seperti banyak anggota dewan lainnya, Safronkov menyerukan semua pihak untuk tenang dan memulai dialog untuk mengakhiri polemik emosional.

Safronkov mengatakan, Rusia memperhatikan kesimpulan awal UNIFIL tentang pelanggaran resolusi 2006 atas terowongan tersebut. Namun, dia dengan cepat mengacu pada pelanggaran Israel juga.

"Kami melihat semua pelanggaran ketentuan dalam resolusi Dewan Keamanan ini harus dihentikan, dari kedua sisi - semua pelanggaran. Kami tidak bisa memiliki pendekatan selektif untuk implementasi resolusi," ujarnya. Dia mengatakan, Israel memiliki hak untuk mencegah serangan ilegal ke wilayahnya.

Sementara itu, Hizbullah, organisasi kuat yang bertindak independen di Lebanon, belum mengomentari penemuan Israel. Israel telah lama menyerukan tindakan keras terhadap Hezbollah yang didukung Iran, yang diyakini memiliki gudang berisi sekitar 150 ribu roket yang dapat mencapai hampir seluruh Israel.

Dalam beberapa tahun terakhir, Hizbullah mendukung pertempuran di Suriah atas nama pemerintahan Presiden Suriah Bashar Assad. Namun setelah perang sipil mereda, para pejabat keamanan Israel khawatir Hizbullah memfokuskan kembali perhatiannya pada Israel.

Meskipun tampaknya tentara Lebanon tidak menyadari adanya terowongan Hizbullah, Netanyahu mengatakan, mereka tahu tentang itu.

“Kenyataan bahwa tentara Lebanon tidak melakukan apa-apa berarti mereka tidak dapat atau tidak mau melakukan apa-apa tentang hal ini. Tetapi bukan berarti Lebanon tidak salah. Pesan saya adalah: Hizbullah membuat Anda (Lebanon) berada dalam bahaya besar," ujar Netanyahu.

Israel juga menuduh Hizbullah menggunakan rumah pribadi untuk menyimpan senjata atau melakukan kegiatan militer. Netanyahu menyebut tindakan-tindakan ini sebagai kejahatan perang ganda karena mengancam akan membahayakan warga sipil Israel dan menempatkan warga sipil Lebanon dalam bahaya juga.

Pada Rabu (19/12), militer Israel mengawal wartawan di sepanjang perbatasan Israel-Lebanon ke lokasi salah satu terowongan yang ditemukan dalam beberapa pekan terakhir di dekat Kota Metula. Kabut tebal dan hujan hampir mengaburkan vila-vila Lebanon yang bertengger di gunung-gunung yang menghadap buldoser dan traktor tentara Israel.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Konflik Lahan di Jambi

Jumat , 15 Feb 2019, 21:07 WIB