Monday, 17 Sya'ban 1440 / 22 April 2019

Monday, 17 Sya'ban 1440 / 22 April 2019

Polisi Israel Tahan Perempuan Palestina

Selasa 26 Mar 2019 02:26 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Kompleks al-Aqsha

Kompleks al-Aqsha

Foto: Ajazeera.com
Perempuan tersebut berada di kompleks masjid Al-Aqsha.

REPUBLIKA.CO.ID, AL QUDS -- Polisi Israel pada Ahad (24/3) menahan seorang perempuan Palestina. Perempuan tersebut meninggalkan Masjid Kubbah Ash-Shakhrah (Dome of the Rock) di Kompleks Masjid Al-Aqsha di Kota Tua Al-Quds (Jerusalem).

Sejumlah saksi mata mengatakan kepada koresponden Kantor Berita Palestina, WAFA hawa polisi menahan Sima Dkeidek setelah memburu dia ketika sedang berada di daerah tempat shalat Bab Ar-Rahma di dalam kompleks tempat suci yang dikelilingi tembok. Di sana ia berbicara mengenai sejarah daerah tersebut dan Masjid Al-Aqsha secara umum.

Baca Juga

Israel berusaha menghalangi umat Muslim menggunakan tempat shalat Bab Ar-Rahma, yang menjadi bagian dari Kompleks Masjid Al-Aqsha, Umat Muslim Palestina membangkang terhadap larangan Israel, dan shalat di Bab Ar-Rahma (Golden Gate), setiap waktu.

Sebelumnya, Sima berpidato mengenai sejarah daerah tersebut dan Masjid Al-Aqsha secara umum. Polisi pada malam sebelumnya juga membebaskan seorang penjaga Masjid Al-Aqsha, setelah menahan dia selama satu hari.

Polisi Israel, dalam upaya untuk memberlakukan kekuasaannya atas Masjid Al-Aqsha, telah melarang banyak penjaga, tokoh agama dan perempuan berada di dalam Kompleks Masjid Al-Aqsha selama beberapa hari dan pekan dengan bermacam dalih.

Sementara itu, Presiden Palestina mengutuk peningkatan penindasan oleh tentara Israel terhadap tahanan Palestina di berbagai penjara Israel, terutama penindasan oleh Dinas Penjara Israel (IPS) terhadap tahanan Palestina di Penjara An-Naqab (Negev) di wilayah gurun Israel Selatan.

Presiden Palestina menganggap Pemerintah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu bertanggung-jawab penuh atas nyawa para tahanan, dan mengecam tindakan terhadap tahanan Palestina serta mencapnya pelanggaran terhadap hukum kemanusiaan internasional dan Konvensi Keempat Jenewa.

Penjaga penjara Israel pada Ahad malam (24/3) menyerang tahanan Palestina di Penjara Israel An-Naqab di Israel Selatan, sehingga melukai lebih dari 25 orang, termasuk dua orang yang menderita luka parah.

Sumber : antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA