Kamis 28 Jan 2016 13:21 WIB

Inggris Terima Pengungsi Anak yang Terpisah dari Orang Tuanya

 Seorang anak pengungsi Suriah diselimuti blanket thermal di Yunani.  (REUTERS/Yannis Behrakis)
Seorang anak pengungsi Suriah diselimuti blanket thermal di Yunani. (REUTERS/Yannis Behrakis)

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Inggris akan menerima para pengungsi anak-anak yang terpisahkan dari orang tuanya karena konflik di Suriah dan negara lainnya tanpa menyebutkan jumlah pastinya, Kamis (28/1).

Para pejabat akan bekerja dengan kantor pengungsi PBB, UNHCR mengidentifikasi anak-anak yang dapat masuk untuk memperoleh tempat tinggal di Inggris. Perdana Menteri David Cameron mengumumkan pada September 20 ribu orang pengungsi dari kamp-kamp perbatasan Suriah akan dibawa masuk pada 2020. Lebih dari 1.000 dan setengah di antaranya merupakan anak-anak telah tiba sejauh ini.

Namun Inggris memilih keluar dari kuota Uni Eropa untuk menerima para migran dan membagikannya ke 28 negara anggota blok itu. "Krisis di Suriah dan kejadian-kejadian di Timur Tengah, Afrika utara dan sebagainya telah memisahkan sejumlah besar anak-anak pengungsi dari keluarganya," ujar Menteri Imigrasi James Brokenshire dalam sebuah pernyataan.

Dia menambahkan sementara mayoritas dari mereka lebih baik tinggal di wilayah itu dan tetap dengan anggota keluarganya, dirinya telah meminta UNHCR mengidentifikasi kasus-kasus pengecualian dimana anak-anak yang lebih baik dipindahkan ke Inggris dan membantu membawa mereka masuk.

Seorang juru bicara Kantor Dalam Negeri mengatakan dia tidak dapat mengkonfirmasi berapa jumlah anak yang akan terlibat dalam kebijakan tersebut.

Cameron mendapatkan lebih banyak tekanan untuk menerima lebih banyak anak-anak setelah beredarnya gambar seorang anak asal Suriah berusia tiga tahun, Aylan Kurdi, tenggelam pada tahun lalu saat keluarganya mencoba untuk mencapai Yunani.

Inggris telah mengeluarkan lebih dari satu miliar poundsterling (sekitar 19 triliun rupiah) untuk membantu para pengungsi di Suriah dan wilayah lainnya. Dana itu menjadikan negara itu sebagai donatur terbesar kedua untuk meringankan krisis setelah Amerika Serikat.

 

Baca juga:

Sejarah Hari Ini: Pasangan Remaja Berdarah Dingin Lakukan Pembunuhan Berantai

Desa Ini Dijuluki Negeri Para Kembar

Australia Selatan Wajibkan Jarak Satu Meter Saat Salip Pesepeda

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement