Kamis 13 Oct 2016 08:10 WIB

Australia akan Miliki Studio Realitas Maya Pertama

Andy Gallagher membuka studio virtual reality di Newcastle.
Foto:

Studio milik Andy adalah ruangan luas dengan lantai kayu dan dinding berwarna putih. Partisi bisa bergerak turun dari langit-langit atap ke sejumlah "bilik-bilik", yang masing-masing memiliki satu set 'kacamata', headphone dan alat yang menggetarkan tubuh bagian depan.

"Pada dasarnya teknologi ini mengecoh indra Anda dengan membuat gambar stereo untuk kedua mata," kata Andy.

"Piranti keras ini benar-benar kuat karena menampilkan gambar beresolusi sangat tinggi dengan kecepatan 90 frame per detik untuk setiap mata. Lalu dengan gambar stereo, otak Anda menjadi bingung karena sensasi yang luar biasa mendalam dan larut, yang tak pernah dirasakan sebelumnya."

"Teknologi ini sebagus itu, karena sangat, sangat bisa dipercaya. Cara grafis dan resolusi tinggi [saat gambar bekerja], luar biasa dalam mengecoh Anda hingga percaya kalau berada di dunia lain."

Teknologi virtual reality telah berubah dalam beberapa tahun terakhir, dan Andy mengatakan jika teknologi ini sedang masuk fase 'booming'. "Saya ingat waktu masih kecil pernah ke pesta Sega diajak teman saya di Sydney, itu adalah pengalaman pertama saya dengan virtual reality saat berusia tujuh atau delapan tahun," katanya.

"Berubah sangat jauh. Tidak ada lagi poligon atau kubus, dan grafis yang sangat biasa. Cukup mengejutkan dengan apa yang telah dicapai, dan akan semakin luar biasa dan digunakan dengan cara yang lebih menarik. Sudah ada alat pembelajaran yang luar biasa dan pengalaman sosial yang dinamis tersedia sekarang," ucapnya

Kegunaan teknologi virtual reality yang berbeda

Virtual reality diharapkan dapat tersedia bagi konsumsi pribadi dalam waktu dekat, tapi Andy mengatakan teknologi ini bisa digunakan tidak hanya untuk hiburan.

Software, atau perangkat lunak kini tersedia bagi arsitek untuk menerjemahkan desain komputerisasi mereka kedalam bentuk virtual reality, yang kemudian dapat ditampilkan kepada pengembang properti dan pemerintah kota.

Andy mengatakan di sebuah kota seperti Newcastle, yang sedang mengalami pengembangan yang signifikan, teknologi bisa mengubah cara perencanaan perkotaan.

"Tidak lagi dilihat dari dekat dan berputar di laptop, tapi secara nyata berkeliling di depan Anda. Penyatuan dengan bangunan, arsitektur, bahkan hal-hal seperti desain produk, akan terjadi," katanya.

sumber : http://www.australiaplus.com/indonesian/studi-nad-inovasi/studio-realitas-maya-pertama-australia/7925646
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement