Selasa 16 Nov 2021 08:46 WIB

Posisi Olaf Scholz Gantikan Kanselir Angela Merkel Kian Kuat

Scholz sebut negosiasi koalisi pemerintahan tiga partai berjalan sangat baik.

Olaf Scholz, kandidat utama kanselir Partai Sosial Demokrat (SPD) berbicara kepada para pendukungnya setelah pemilihan parlemen Jerman di markas besar partai di Berlin, Ahad (26/9).
Foto: AP/Lisa Leutner
Olaf Scholz, kandidat utama kanselir Partai Sosial Demokrat (SPD) berbicara kepada para pendukungnya setelah pemilihan parlemen Jerman di markas besar partai di Berlin, Ahad (26/9).

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Olaf Scholz, yang sebentar lagi secara resmi menjabat Kaselir Jerman, mengatakan pada Senin (15/11) bahwa negosiasi untuk membentuk koalisi pemerintahan tiga partai  berjalan sangat baik. Scholz saat ini sedang berunding dengan Partai Hijau yang pro pengeluaran anggaran dan Partai Demokrat Bebas yang lebih bijaksana secara fiskal.

Ketika berbicara pada acara makan malam yang diselenggarakan oleh harian Sueddeutsche Zeitung, Scholz menolak mengomentari sebagian hasil dari pembicaraan yang telah diadakan secara rahasia di Berlin selama dua minggu terakhir. "Semuanya berjalan sangat, sangat baik, sangat konstruktif," kata Scholz.

Baca Juga

Scholz mengatakan negosiasi berlangsung sesuai harapan dan dia yakin kesepakatan dapat segera dicapai untuk membentuk koalisi pemerintahan berikutnya di Jerman. Scholz dan Partai Sosial Demokrat kiri-tengah tempatnya berasal berharap menyelesaikan pembicaraan koalisi dengan Partai Hijau dan Partai Demokrat Bebas pada akhir bulan ini sehingga dia dapat dipilih oleh parlemen sebagai pengganti Kanselir Angela Merkel pada 6 Desember-- tepat sebelum KTT para pemimpin Uni Eropa berikutnya pada 16-17 Desember.

Partai Hijau dan Partai Demokrat Bebas berselisih mengenai bagaimana membiayai perluasan energi terbarukan yang disepakati dan bagaimana cara mempercepat untuk berhenti menggunakan pembangkit listrik tenaga batu bara hingga 2030.

 

sumber : Amtara/Reuters
Yuk gabung diskusi sepak bola di sini ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement