Senin 14 Feb 2022 23:03 WIB

Uni Eropa Siap Bertindak Jika Rusia Serang Ukraina

Pejabat Uni Eropa menyebutkan pembicaraan AS dengan Rusia tidak buahkan banyak hasil.

Presiden Rusia Vladimir Putin. Uni Eropa sedang mempersiapkan sejumlah respons terhadap langkah Rusia selanjutnya untuk merusuhi Ukraina.
Foto: AP/Alexei Nikolsky/Pool Sputnik Kremlin
Presiden Rusia Vladimir Putin. Uni Eropa sedang mempersiapkan sejumlah respons terhadap langkah Rusia selanjutnya untuk merusuhi Ukraina.

REPUBLIKA.CO.ID, BRUSSELS -- Uni Eropa sedang mempersiapkan sejumlah respons terhadap langkah Rusia selanjutnya untuk merusuhi Ukraina. Namun blok tersebut belum mengetahui persis apa yang direncanakan oleh Moskow

Seorang pejabat Uni Eropa menyebutkan pembicaraan AS dengan Rusia tidak membuahkan banyak hasil. Namun dialog dengan Presiden Vladimir Putin masih terbuka melalui pemimpin Jerman dan Prancis.

Baca Juga

Pejabat itu, yang meminta identitasnya dirahasiakan, mengatakan semakin berat sanksi Uni Eropa terhadap Rusia jika terjadi invasi militer, semakin besar pukulan bagi blok tersebut seandainya Moskow melakukan balasan. Menurutnya, 40 persen gas Uni Eropa berasal dari Rusia dan blok tersebut sedang mengadakan pembicaraan dengan Norwegia dan Qatar mengenai penambahan pasokan energi jika diperlukan.

Ia juga mengatakan Uni Eropa sedang melihat seberapa gesit Rusia dapat mengalihkan pasokan energi mereka ke China apabila negara itu memangkas penjualannya ke Eropa.

Blok itu juga mengantisipasi kedatangan pengungsi seandainya Rusia menyerang Ukraina, katanya.

Pejabat tersebut mengungkapkan bahwa Uni Eropa berharap dapat menentukan dukungan makroekonomi lebih lanjut bagi Ukraina dan bahwa Kiev sedang mencari dukungan politik yang lebih banyak.

Sejumlah negara di Uni Eropa ingin menjatuhkan sanksi berat untuk mencegah Rusia melakukan serangan apa pun. Namun yang lainnya mengatakan bahwa sanksi itu membuat ketegangan semakin panas dan bahwa blok tersebut hanya akan bereaksi nanti apabila diperlukan, katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement