Senin 03 Oct 2022 07:12 WIB

Florida dan Carolina Berupaya Pulih Setelah Badai Ian Menerjang

Jumlah kematian yang dikonfirmasi terkait badai Ian naik menjadi sekurangnya 50 jiwa.

Rep: Fergi Nadira/ Red: Friska Yolandha
Florida dan Carolina di Amerika Serikat (AS) memulai pemulihan besar-besaran setelah badai Ian menghantam pesisir pantai timurnya.
Foto: AP/Ramon Espinosa
Florida dan Carolina di Amerika Serikat (AS) memulai pemulihan besar-besaran setelah badai Ian menghantam pesisir pantai timurnya.

REPUBLIKA.CO.ID, SOUTH CAROLINA -- Florida dan Carolina di Amerika Serikat (AS) memulai pemulihan besar-besaran setelah badai Ian menghantam pesisir pantai timurnya. Namun Badai Ian masih mengancam banjir yang lebih luas.

Jumlah kematian yang dikonfirmasi terkait badai Ian naik menjadi sekurangnya 50 jiwa. Sebagian besar korban berada di Lee County, Florida yang menanggung beban terberat badai ketika menghantam pantai di Pantai Teluk negara bagian pada Rabu lalu. Badai itu berada pada badai Kategori 4 yang membawa angin berkelanjutan maksimum 240 km per jam.

Baca Juga

Korban tewas diperkirakan akan meningkat saat air banjir surut dan tim pencari mencapai lebih banyak daerah yang awalnya terputus oleh badai. Pada Jumat (30/9/2022), sekitar 10 ribu orang dilaporkan belum ditemukan di Florida. Kendati begitu, banyak dari mereka kemungkinan aman di tempat penampungan atau tidak dapat dijangkau karena listrik dan telepon padam.

Para pejabat mengatakan beberapa kerusakan terberat tampaknya ditimbulkan oleh ombak laut yang didorong oleh angin yang menerjang komunitas tepi laut dan menghanyutkan bangunan. Badai Ian meninggalkan kerusakan puluhan miliar dolar AS.

Gambar satelit baru dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) menunjukkan pondok pantai dan bangunan motel yang berjajar di tepi Pulau Sanibel Florida telah hancur karena gelombang badai Ian. Meskipun sebagian besar rumah tampak masih berdiri, kerusakan atap terlihat jelas.

Survei dari lapangan menunjukkan bahwa pulau tempat liburan turis populer yang menampung sekitar 6.000 penduduk, rusak total. Mulai dari infrastrukturnya hingga karakter estetikanya yang terkenal indah.

"Semuanya benar-benar hilang," kata manajer kota Sanibel, Dana Souza. "Sistem listrik kami rusak parah, sistem saluran pembuangan kami rusak parah dan pasokan air publik kami sedang dalam penilaian," imbuhnya.

Setelah berkurang menjadi badai tropis pada akhir perjalanannya melintasi Florida ke Atlantik, Ian kembali menguat dan menghantam pesisir South Carolina pada Jumat. Ian menyapu pantai dekat Georgetown, utara kota pelabuhan bersejarah Charleston, dengan angin berkelanjutan mencapai 85 mph (140 km per jam). Sejumlah jalan terendam banjir dan terhalang pohon tumbang, sementara sejumlah dermaga rusak di kawasan itu.

Pihak berwenang North Carolina mengatakan setidaknya empat orang lagi tewas di sana. Tidak ada kematian yang dilaporkan di South Carolina. Kerusakan akibat air yang tinggi, yang disebabkan oleh gelombang badai di sepanjang pantai dan hujan deras di pedalaman, sangat luas.

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden telah menyetujui deklarasi bencana untuk Florida. Ia mengungkapkan bahwa badai Ian adalah badai terburuk dalam sejarah badai AS. Pada Sabtu, Biden mengumumkan keadaan darurat di North Carolina.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement