Selasa 28 Mar 2023 07:51 WIB

Museum Louvre Tutup, Staf Ikut Aksi Mogok Nasional

Para pekerja menuntut pencabutan UU pensiun baru yang menaikkan usia pensiun.

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Nidia Zuraya
Museum Louvre di Paris ditutup untuk umum pada Senin (27/3/2023) ketika para pekerjanya mengambil bagian dalam gelombang pemogokan protes terhadap rencana reformasi pensiun. Puluhan karyawan Louvre memblokir pintu masuk, dan mengumumkan penutupan museum untuk sementara.
Foto: idntourism
Museum Louvre di Paris ditutup untuk umum pada Senin (27/3/2023) ketika para pekerjanya mengambil bagian dalam gelombang pemogokan protes terhadap rencana reformasi pensiun. Puluhan karyawan Louvre memblokir pintu masuk, dan mengumumkan penutupan museum untuk sementara.

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS -- Museum Louvre di Paris ditutup untuk umum pada Senin (27/3/2023) ketika para pekerjanya mengambil bagian dalam gelombang pemogokan protes terhadap rencana reformasi pensiun. Puluhan karyawan Louvre memblokir pintu masuk, dan mengumumkan penutupan museum untuk sementara.

Para demonstran membawa spanduk dan bendera di depan piramida terkenal Louvre, tempat Presiden Emmanuel Macron merayakan kemenangannya dalam pilpres 2017. Para pengunjuk rasa menuntut pencabutan undang-undang pensiun baru yang menaikkan usia pensiun dari 62 tahun menjadi 64 tahun.

Baca Juga

Cabang bisnis pertunjukan, penyiaran, dan budaya dari serikat CGT mengunggah gambar Mona Lisa dengan wajah tua dan keriput, dengan kata-kata: “64 itu TIDAK!”. Tindakan tersebut dilakukan pada malam protes nasional lainnya yang direncanakan pada Selasa (28/3/2023) terhadap rancangan undang-undang pensiun. 

Beberapa turis menghormati tutupnya museum Louvre karena aksi mogok. Namun ada juga beberapa turis yang merasa dirugikan dengan tutupnya museum terkenal itu. 

“Kami akan menghormati pemogokan mereka besok, tetapi melakukan ini hari ini, sungguh memilukan. Saya mengerti mengapa mereka kesal, tetapi (buruk) melakukan ini kepada orang-orang dari seluruh dunia yang telah melakukan perjalanan dari seluruh dunia untuk ini dan membayar ribuan dolar," ujar Karma Carden, seorang turis dari Fort Myers, Florida.  

Turis lainnya yang berasal dari Kalifornia, Britney Tate mengatakan, dia menghargai penutupan museum Louvre karena pekerjanya berupaya untuk ikut berpartisipasi dalam perubahan. Menurut Tate masih banyak tempat indah di Prancis yang bisa dikunjungi selain Louvre.

"Jika Anda sangat yakin bahwa ini akan membawa perubahan, ada banyak hal lain yang bisa kita lihat di Paris," kata Tate, seorang mahasiswa doktoral berusia 29 tahun. 

Macron telah menjadikan reformasi pensiun sebagai prioritas utama untuk masa jabatan keduanya. Macron berpendapat reformasi diperlukan untuk menjaga sistem pensiun dari defisit karena Prancis menghadapi tingkat kelahiran yang lebih rendah dan harapan hidup yang lebih lama. 

 

 

sumber : AP

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement