Sabtu 12 Aug 2023 14:55 WIB

Inggris Dukung Upaya ECOWAS Selesaikan Krisis Niger

Presiden Niger Mohamed Bazoum digulingkan pada 26 Juli dalam kudeta militer.

Para Kepala Staf Pertahanan dari negara-negara ECOWAS menghadiri Pertemuan Luar Biasa Komite Kepala Staf Pertahanan ECOWAS tentang Situasi Politik di Republik Niger di markas Pertahanan di Abuja.
Foto: EPA-EFE/STR
Para Kepala Staf Pertahanan dari negara-negara ECOWAS menghadiri Pertemuan Luar Biasa Komite Kepala Staf Pertahanan ECOWAS tentang Situasi Politik di Republik Niger di markas Pertahanan di Abuja.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Inggris menunjukkan dukungannya atas upaya diplomatik negara-negara regional untuk menyelesaikan krisis di Niger setelah kudeta menggulingkan pemerintah sipil.

"Britania Raya mendukung Masyarakat Ekonomi Negara-negara Afrika Barat (ECOWAS) yang menyerukan pemulihan tatanan konstitusional dan demokrasi di Niger," bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri.

Baca Juga

Menekankan bahwa Inggris mendukung demokrasi di Niger, pernyataan menyambut kebulatan tekad ECOWAS mengupayakan segala cara untuk mewujudkan resolusi damai.

"Kami berdiri bersama ECOWAS dalam mengutuk penahanan Presiden Mohamed Bazoum, keluarganya dan anggota pemerintah secara ilegal, serta kondisi buruk di mana mereka ditahan, dan menyerukan pembebasan mereka segera," tambah pernyataan itu.

Para pemimpin organisasi ECOWAS mengatakan pada Kamis mereka akan "mempertahankan semua pilihan untuk perundingan" untuk mendapatkan resolusi damai atas krisis dan memerintahkan pengaktifan pasukan siaga ECOWAS untuk mengembalikan tatanan konstitusional di Niger.

Presiden Mohamed Bazoum digulingkan pada 26 Juli dalam kudeta militer yang dipimpin Jenderal Abdourahamane Tchiani, mantan komandan pengawal presiden Niger.

sumber : Antara/Anadolu Agency
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement