Ahad 13 Aug 2023 13:42 WIB

Wapres Taiwan Tiba di New York

Cina menilai kunjungan itu sebagai tanda lebih lanjut dari dukungan AS untuk Taiwan.

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Esthi Maharani
Wakil Presiden Taiwan, William Lai tiba di New York pada Sabtu (12/8/2023).
Foto: AP Photo/Chiang Ying-ying
Wakil Presiden Taiwan, William Lai tiba di New York pada Sabtu (12/8/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Wakil Presiden Taiwan, William Lai tiba di New York pada Sabtu (12/8/2023). Lai yang menggunakan maskapai penerbangan China Airlines mendarat di Bandara John F. Kennedy New York sekitar pukul 20:15 waktu setempat.

 

Baca Juga

Lai adalah kandidat terdepan untuk menjadi presiden Taiwan dalam pemilihan pada Januari mendatang. Lai hanya transit sebentar di Amerika Serikat kemudian melanjutkan perjalanan ke Paraguay.

 

Taiwan maupun Amerika Serikat tidak memberikan perincian tentang jadwal kunjungan Lai di AS. Taipei dan Washington menyebut persinggahan AS oleh pejabat Taiwan adalah bagian dari kunjungan rutin dan bukan untuk memprovokasi pihak manapun.

 

Kunjungan Lai ini menuai kecaman dari Beijing. Cina menilai kunjungan itu sebagai tanda lebih lanjut dari dukungan AS untuk Taiwan. Cina kemungkinan akan meluncurkan latihan militer minggu depan di dekat Taiwan.

 

Lai berbicara kepada wartawan sebelum meninggalkan Taiwan. Dia hanya menyebutkan sekilas tentang persinggahannya di AS sebagai bagian dari perjalanannya. Lai mengatakan bahwa dia akan pergi ke New York terlebih dahulu.

 

Persinggahan Lai di AS akan menjadi kunjungan yang ke-11 oleh seorang wakil presiden Taiwan. Departemen Luar Negeri menyebut kunjungan mereka bersifat pribadi dan tidak resmi.

 

Washington tidak memiliki hubungan diplomatik formal dengan Taiwan. Tetapi AS menyuplai sumber senjata internasional terpenting bagi Taiwan. Paraguay adalah salah satu dari sedikit negara di dunia yang mempertahankan hubungan formal dengan Taiwan. Lai menyatakan, dia akan menggunakan kunjungan Paraguay untuk melakukan pertukaran "percaya diri" dengan negara lain dan bertemu dengan delegasi dari mitra yang berpikiran sama.  

 

"Ini akan membiarkan masyarakat internasional memahami bahwa Taiwan adalah negara yang menganut demokrasi, kebebasan dan hak asasi manusia, dan secara aktif berpartisipasi dalam urusan internasional," ujar Lai.

 

Pada Januari 2022, Lai telah melakukan satu transit di AS sebelum melanjutkan  perjalanan ke Honduras untuk menghadiri pelantikan presiden negara tersebut. Dalam kunjungan itu, Lai melakukan obrolan simbolis singkat dengan Wakil Presiden AS, Kamala Harris.  

 

Amerika Serikat belum mengumumkan siapa yang akan pergi ke Paraguay minggu depan. Tiga sumber mengatakan kepada Reuters, pemerintahan Presiden Joe Biden sangat ingin menjaga agar kunjungan Lai tidak menonjolkan diri sehingga tidak memicu ketegangan sebelum pemilihan Taiwan, dan menjaga momentum dalam pembicaraan AS dengan pejabat senior Cina. Termasuk prospek kunjungan Menteri Luar Negeri Cina, Wang Yi ke AS yang dapat membuka jalan bagi pertemuan antara Presiden Biden dan Presiden Cina, Xi Jinping tahun ini.

 

Beijing tidak menyukai Lai. Di masa lalu, Lai menggambarkan dirinya sebagai pekerja praktis untuk kemerdekaan Taiwan.  Lai berulang kali mengatakan dia tidak berusaha mengubah status quo.

 

"Bersemangat untuk bertemu dengan teman-teman AS dalam perjalanan, dan akan pergi ke Paraguay, salah satu dari  13 negara yang menjalin hubungan formal dengan Taipei," tulis Lai di platform media sosial X, yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter.

 

Lai akan kembali dari Paraguay melalui San Francisco. Dia dijadwalkan kembali ke Taiwan pada Jumat (18/8/2023) pekan depan

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement