Rabu 13 Sep 2023 07:37 WIB

Deretan Senjata dan Armada Tempur Canggih yang Telah Jerman Berikan ke Ukraina

Berlin hingga saat ini belum mengirimkan pesawat tempur dan rudal jelajah.

Rep: Dwina Agustin/ Red: Nidia Zuraya
 Tank tempur Leopard yang dipasok Jerman untuk Ukraina. (ilustrasi)
Foto:

Sistem pertahanan udara IRIS-T SLM

Ukraina telah menerima dua sistem pertahanan udara IRIS-T SLM. Benda ini dapat dikerahkan untuk bertahan dari pesawat yang mendekat dan benda terbang lainnya, seperti rudal, pada ketinggian hingga 20 kilometer dan jarak hingga 40 kilometer.

Bundeswehr sendiri belum memiliki sistem yang dibuat oleh produsen senjata Diehl Defense yang berbasis di Jerman. Dengan harga sekitar 145 juta euro per unit, ini adalah salah satu yang paling modern di pasar.

Biber kendaraan pemulihan lapis baja

Sejauh ini, Jerman telah memasok 10 tank jembatan tipe Biber dan 17 kendaraan pemulihan lapis baja. Biber buatan Jerman dapat menjembatani parit dan perairan selebar 20 meter selama pertempuran.

Tapi Biber tidak cukup kuat untuk membawa tank tempur berat seperti Leopard 2 yang berbobot lebih dari 60 Ton. Bundeswehr ingin mengganti Biber dengan model penerusnya, Leguan, yang mampu mengangkut beban lebih dari 70 Ton. Kendaraan pemulihan lapis baja berfungsi untuk mengambil tank dan truk yang rusak atau hancur.

Drone pengintai vektor

Drone semakin berperan dalam perang Rusia melawan Ukraina. Sejauh ini, Jerman telah memasok 104 drone pengintai model Vector ke Ukraina. Drone buatan pabrikan Jerman Quantum Systems ini dapat terbang hingga dua jam dan memotret area seluas 700 hektar.

Peluncur roket 'Stinger' dan 'Panzerfaust 3'

Menurut pemerintah Jerman, tidak lama setelah dimulainya perang, Jerman memasok 500 rudal antipesawat Stinger ke Ukraina. Stinger adalah peluncur rudal permukaan-ke-udara berpemandu inframerah yang awalnya diproduksi pada 1980 oleh Raytheon di AS tetapi juga telah lama dibuat di Eropa, termasuk di Jerman.

Setelah mencapai sasaran, seperti pesawat tempur atau helikopter, dan ditembakkan, rudal tersebut dapat melacak sasarannya secara otomatis dengan jangkauan sekitar 4.000 meter. Alat penyengat ini telah digunakan di Afghanistan dan terbukti sangat efektif dan mudah digunakan.

Jerman telah memasok beberapa ratus senjata Panzerfaust 3 ke Ukraina untuk pertahanan melawan tank. Senjata ini telah diproduksi di Jerman sejak 1992 dan ditembakkan dari bahu ke arah sasaran statis hingga jarak 400 meter dan sasaran bergerak hingga jarak 300 meter. Mereka dapat menembus lapisan baja setebal 300 mm.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement