Selasa 03 Oct 2023 11:10 WIB

Begini Canggihnya Kapal Selam Nuklir yang akan Beroperasi di Asia Pasifik

kapal selam bertenaga nuklir ini juga akan memiliki kemampuan siluman

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Esthi Maharani
Inggris telah memberikan kontrak senilai 4 miliar pound atau 4,9 miliar dolar AS kepada tiga perusahaan Inggris untuk merancang dan memproduksi kapal selam serang bertenaga nuklir
Foto: Amanda R. Gray/U.S. Navy via AP, File
Inggris telah memberikan kontrak senilai 4 miliar pound atau 4,9 miliar dolar AS kepada tiga perusahaan Inggris untuk merancang dan memproduksi kapal selam serang bertenaga nuklir

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Inggris telah memberikan kontrak senilai 4 miliar pound atau 4,9 miliar dolar AS kepada tiga perusahaan Inggris untuk merancang dan memproduksi kapal selam serang bertenaga nuklir. Ketiga perusahaan itu, yakni BAE Systems, Rolls-Royce, dan Babcock. Langkah ini sebagai bagian dari program kesepakatan AUKUS bersama Australia dan Amerika Serikat.

Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan kapal selam baru yang dikenal sebagai SSN-AUKUS, akan menjadi kapal selam serang terbesar, tercanggih dan terkuat yang pernah dioperasikan oleh Angkatan Laut Kerajaan Inggris.

Baca Juga

"Kapal selam ini akan menggabungkan sensor, desain, dan persenjataan terkemuka dunia dalam satu kapal," ujar pernyataan Kementerian Pertahanan, dilaporkan Aljazirah, Senin (2/10/2023).

Selain itu, kapal selam bertenaga nuklir ini juga akan memiliki kemampuan siluman dan jangkauan yang jauh lebih besar.

Pengembangan kapal selam ini dilakukan di tengah upaya para pemimpin Australia, Inggris, dan Amerika Serikat untuk melawan Cina di kawasan Asia Pasifik.

Pengembangan kapal selam bertenaga nuklir menandai pertama kalinya Washington berbagi teknologi propulsi nuklir dengan negara selain Inggris. Kapal selam tersebut mewakili peningkatan yang signifikan terhadap armada bertenaga diesel Australia saat ini.

Menteri Pertahanan Australia, Richard Marles sebelumnya menggambarkan kesepakatan AUKUS sebagai langkah maju terbesar dalam kemampuan militer yang dimiliki Australia sejak akhir Perang Dunia Kedua.

Di bawah AUKUS, Washington juga bermaksud untuk menjual lima kapal selam bertenaga nuklir kelas Virginia kepada Canberra pada awal 2030-an. Kapal selam AS dan Inggris juga akan dikerahkan di Australia Barat pada 2027 untuk membantu melatih awak kapal Australia.

Sementara itu, Cina mengutuk program AUKUS sebagai tindakan proliferasi nuklir ilegal. Kementerian Luar Negeri Cina menuduh Australia, Inggris, dan AS berjalan lebih jauh ke jalur yang salah dan berbahaya demi kepentingan geopolitik mereka sendiri.

"Pakta AUKUS muncul dari mentalitas Perang Dingin yang hanya akan memotivasi perlombaan senjata, merusak rezim proliferasi nuklir internasional, dan membahayakan stabilitas dan perdamaian regional”, kata pernyataan Kementerian Luar Negeri Cina.

sumber : Reuters

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement