Selasa 21 Nov 2023 15:15 WIB

Menteri Keadilan Sosial Spanyol Dicopot karena Bela Palestina?

Belarra adalah menteri Spanyol yang sangat vokal dalam memperjuangkan Palestina.

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Esthi Maharani
Spanish Social Rights and Agenda 2030 minister Ione Belarra during the press conference after the cabinet meeting held at Moncloa Palace in Madrid, Spain, 20 April 2021.
Foto: EPA-EFE/JUAN CARLOS HIDALGO
Spanish Social Rights and Agenda 2030 minister Ione Belarra during the press conference after the cabinet meeting held at Moncloa Palace in Madrid, Spain, 20 April 2021.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mengumumkan kabinet baru pada Senin (20/11/2023), setelah pekan lalu terpilih kembali untuk memimpin Spanyol. Namun, dalam kabinet baru ini, nama Ione Belarra yang merupakan menteri keadilan sosial tidak tercantum dalam kabinet baru tersebut.

Belarra adalah menteri Spanyol yang sangat vokal dalam memperjuangkan Palestina. Dia mendesak komunitas internasional untuk memberikan sanksi kepada Israel, yang melakukan genosida terencana terhadap warga Palestina di Gaza. Belarra juga mengecam para pemimpin dunia karena bersikap standar ganda ketika menanggapi perang Rusia-Ukraina dan perang Israel-Palestina. 

Baca Juga

Banyak menteri dengan portofolio paling senior akan tetap memegang jabatan mereka. Beberapa di antaranya Nadia Calvino sebagai menteri perekonomian, Yolanda Diaz sebagai menteri tenaga kerja, Teresa Ribera sebagai menteri lingkungan hidup, dan Maria Jesus Montero, yang sebelumnya memegang jabatan sebagai menteri keuangan dan kini ditunjuk sebagai wakil perdana menteri keempat.

Felix Bolanos, yang secara luas dianggap sebagai tangan kanan Sanchez, juga semakin memegang peranan penting. Dia diangkat sebagai menteri kehakiman. Sementara menteri dalam negeri, pertahanan, luar negeri, dan pertanian tidak berubah.

Salah satu perbedaan besar dengan pemerintahan sebelumnya adalah pencopotan politisi yang mewakili Partai Podemos.  Pada pemilu Juli, kandidat sayap kiri Spanyol mencalonkan diri di bawah partai payung Sumar, tapi mereka kehilangan jabatan di kabinet.

Irene Montero dari Partai Podemos, yang sebelumnya menjabat sebagai menteri kesetaraan digantikan oleh Ana Redondo dari Partai Sosialis. Sementara Belarra, yang merupakan sekretaris jenderal Partai Podemos dan mantan menteri keadilan sosial digantikan oleh Pablo Bustinduy dari Partai Sumar. Belarta

akhir-akhir ini dikenal karena seruannya untuk memutuskan hubungan diplomatik antara Spanyol dengan Israel.

“Ini adalah kesalahan serius dan berita buruk bagi Spanyol karena membatasi kemungkinan transformasi negara secara mendalam,” kata juru bicara Podemos, Pablo Fernandez kepada media, dilaporkan Anadolu Agency, Senin (20/11/2023).

Bustinduy tampaknya memiliki pandangan yang sama mengenai Palestina seperti Belarra. Pekan lalu, Sanchez mengatakan salah satu prioritas utamanya pada masa jabatan baru ini adalah mengakui negara Palestina.

“Ini adalah tim yang menggabungkan pembaruan dengan keabadian. Pemerintahan yang terdiri atas perempuan dan laki-laki yang akan memberikan stabilitas negara selama empat tahun ke depan, sebuah tim dengan profil politik yang tinggi untuk jangka waktu yang memiliki profil politik yang tinggi,” kata Sanchez dalam pidatonya.

Anggota partai Sumar yang beraliran kiri memegang lima jabatan menteri, yaitu buruh, kebudayaan, hak-hak sosial, pemuda, dan kesehatan. Banyak komunitas layanan kesehatan merayakan penunjukan Monica Garcia, yang merupakan seorang dokter, sebagai menteri kesehatan. Mereka bertepuk tangan karena seorang menteri kesehatan akhirnya datang dari profesi medis.

Total 12 dari 22 menteri adalah perempuan....

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement