Kamis 25 Jan 2024 15:57 WIB

Angkatan Laut AS Kirim Kapal Tempur Melalui Selat Taiwan

Langkah ini memicu kecaman dari Beijing.

Rep: Lintar Satria/ Red: Setyanavidita livicansera
Pendukung memegang bendera pemilu di Kaohsiung, Taiwan, (7/1/2024).
Foto: EPA-EFE/DANIEL CENG
Pendukung memegang bendera pemilu di Kaohsiung, Taiwan, (7/1/2024).

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) mengirim kapal tempur pertama ke Selat Taiwan sejak pemilihan presiden di pulau itu. Langkah ini memicu kecaman dari Beijing.

Angkatan Laut AS mengatakan kapal destroyer USS John Finn transit melalui koridor di Selat Taiwan. Angkatan Laut AS menambahkan kapal itu berlayar "di luar teritorial laut negara mana pun."

Baca Juga

"Transit John Finn melalui Selat Taiwan untuk menunjukan komitmen Amerika Serikat dalam menegakan prinsip kebebasan navigasi untuk  semua bangsa," kata Angkatan Laut AS, Kamis (25/1/2024). "Tidak boleh ada anggota masyarakat internasional yang terintimidasi atau dipaksa menyerahkan hak dan kebebasan mereka," tambahnya.

Militer Cina mengatakan misi tersebut adalah "pembodohan publik" dan pasukannya memantau dan memperingatkan kapal tersebut. "Baru-baru ini militer AS kerap menggelar aksi provokatif untuk merusak perdamaian dan stabilitas kawasan," kata Komando Teater Timur Angkatan Bersenjata Cina dalam pernyataannya.

Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan kapal Angkatan Laut AS berlayar ke arah selatan Selat Taiwan. Kementerian menambahkan, pihaknya memantau pergerakan tersebut dan situasinya "normal".

Terakhir kali Angkatan Laut AS mengumumkan perjalanan kapal perang melalui Selat Taiwan pada awal November lalu bersama kapal fregat Kanada. Transit terbaru ini dilakukan ketika para pemimpin Kaukus Taiwan House of Representatives AS, dari Partai Republik Mario Diaz Balart dan dari Partai Demokrat Ami Bera, mengunjungi Taipei, sebagai bentuk dukungan setelah pemilihan umum pada 13 Januari lalu.

Selama empat tahun terakhir Cina, yang juga memandang Taiwan sebagai wilayahnya sendiri, secara teratur mengirimkan pesawat tempur dan kapal perang ke langit dan perairan di sekitar pulau tersebut untuk menegaskan klaim kedaulatan yang ditolak pemerintah Taipei. Pekan lalu, kementerian pertahanan Taiwan mengatakan mereka mendeteksi 18 pesawat angkatan udara Cina yang beroperasi di sekitar Taiwan dan melakukan "patroli kesiapan tempur bersama" dengan kapal-kapal perang Cina, aktivitas militer berskala besar pertama setelah pemilihan umum di Taiwan.

sumber : reuters

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement