Friday, 10 Ramadhan 1439 / 25 May 2018

Friday, 10 Ramadhan 1439 / 25 May 2018

Trump Diminta Pastikan Komitmen Jong-un

Jumat 11 May 2018 20:46 WIB

Rep: Marniati/ Red: Indira Rezkisari

Presiden AS Donald Trump.

Presiden AS Donald Trump.

Foto: AP
Pertemuan keduanya nanti diharapkan sanggup memastikan denuklirisasi Korut.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan rencana pertemuannya dengan pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong-un. Pengumuman ini disampaikan Trump melalui akun Twitternya.

"Pertemuan yang sangat diantisipasi antara Kim Jong-un dan saya akan berlangsung di Singapura pada 12 Juni. Kami berdua akan mencoba menjadikannya momen yang sangat istimewa untuk Perdamaian Dunia!" tulis Trump.

Senator Demokrat, Chuck Schumer, memperingatkan Trump terkait pertemuannya dengan Kim di Singapura. Menurutnya, Trump harus menuntut komitmen perlucutan senjata yang kuat dan dapat diverifikasi dari Korut.

"Saya khawatir presiden ini, dengan keinginannya untuk membuat kesepakatan dan mendapatkan pujian, akan melakukan kebijakan yang buruk dan tidak bertahan lama. Bukan kebijakan yang kuat dan abadi," kata Schumer.

Singapura merupakan sekutu AS yang kuat. Angkatan Laut AS sering mengunjungi pelabuhannya.

Para pejabat AS telah mencari beberapa kemungkinan tempat lain selain Singapura untuk pertemuan bersejarah tersebut.

Preferensi Trump sendiri adalah zona demiliterisasi antara kedua Korea. Tetapi para pembantunya berpendapat itu akan terlihat seperti Trump mengunjungi Kim.

Dilansir The Guardian, Jumat (11/5), Trump membuat pengumuman ini setelah pesawat pemerintah AS mendarat di Joint Base Andrews dekat Washington. Pesawat itu membawa orang Amerika yang dibebaskan oleh Korut menjelang KTT Kim dan Trump.

Trump menghadapi tugas yang sulit untuk membujuk Kim meninggalkan senjata nuklir dan uji coba rudal balistik yang meningkatkan ketegangan AS-Korut sepanjang 2017.

Kedua pemimpin itu saling melontarkan kata-kata kasar atas upaya Korut membangun senjata nuklir yang bisa mencapai AS. Namun ketegangan antara kedua pemimpin ini mereda, saat Korut mulai berpartisipasi dalam Olimpiade Musim Dingin di Korea Selatan (Korsel) pada Februari lalu.

Saat menyambut kedatangan warga AS, Trump mengatakan bahwa ia percaya Kim, yang telah memimpin Korut selama tujuh tahun akan membawa negaranya "ke dunia nyata". "Saya pikir kami memiliki peluang sangat bagus untuk melakukan sesuatu yang sangat berarti. Prestasi saya yang paling membanggakan adalah ketika kami mendeuklirisasi seluruh semenanjung itu," kata Trump.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, telah mengunjungi Pyongyang dua kali dalam beberapa pekan terakhir. Kunjungan pertamanya sebagai kepala CIA. Namun ia belum menyampaikan pernyataan bahwa Korut bersedia menghentikan senjata nuklirnya.

Trump memulai pertemuan dengan Kim setelah mengejutkan dunia dengan mengumumkan bahwa AS menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran 2015. Langkah ini menimbulkan pertanyaan terkait sikap AS terhadap senjata nuklir Korut, dikutip dari Reuters.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA