Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Gates Foundation Setop Bantuan untuk Badan Amal Saudi

Jumat 02 Nov 2018 18:06 WIB

Rep: Marniati/ Red: Ani Nursalikah

Bill Gates dan Melinda Gates

Bill Gates dan Melinda Gates

Foto: Time
Penghentian bantuan terkait dengan kasus pembunuhan Khashoggi.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON--- The Bill & Melinda Gates Foundation menghentikan bantuan sebesar lima juta dolar AS kepada Yayasan Misk, sebuah badan amal Saudi yang dipimpin oleh Putra Mahkota Muhammad bin Salman.

"Situasi saat ini berperan dalam keputusan Gates Foundation. Penculikan dan pembunuhan Jamal Khashoggi sangat mengganggu. Kami mengamati kejadian saat ini dengan keprihatinan," kata juru bicara kepada The Wall Street Journal seperti dilansir Anadolu, Jumat (2/11).

Khashoggi, seorang kolumnis dan warga negara Saudi untuk The Washington Post, terbunuh pada 2 Oktober di dalam konsulat Saudi di Istanbul. Setelah menyangkal keterlibatan dalam pembunuhan Khashoggi, Kerajaan akhirnya mengakui Khashoggi telah dibunuh di konsulat. Menurut Kerajaan, pembunuhan itu telah direncanakan.

Dalam perkembangan terbaru, Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammad bin Salman melakukan percakapan dengan para pejabat Pemerintah Presiden Donald Trump. Dalam percakapan tersebut, Pangeran MBS menggambarkan Khashoggi, sebagai pengikut Islam yang berbahaya.

Laporan Washington Post, Kamis (1/11), menyebut pernyataan tersebut dikeluarkan selama perbincangan dengan Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton dan Penasihat Senior serta menantu Presiden Trump Jared Kushner sebelum Saudi mengakui membunuh Khashoggi.

Baca Juga

Pangeran MBS, penguasa de fakto Arab Saudi, berusaha menggambarkan Khashoggi sebagai anggota Ikhwanul Muslimin, termasuk Bolton. Namun, seorang pejabat Arab Saudi membantah pernyataan semacam itu dikeluarkan, kata kantor berita Anadolu, Jumat (2/11) pagi.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA