Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Donald Trump Kembali Bantah Terlibat Kolusi dengan Rusia

Ahad 09 Dec 2018 10:40 WIB

Rep: Marniati/ Red: Nur Aini

Donald Trump

Donald Trump

Foto: EPA-EFE/NEIL HALL
Pengadilan mengungkap informasi terbaru mengenai pembayaran untuk kampanye.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Sabtu (8/12) kembali membantah tuduhan bahwa ia bersekongkol dengan Rusia pada  masa pilpres AS. Hal itu disampaikan Trump melalui akun Twiterrnya saat menanggapi putusan pengadilan sehubungan dengan penyelidikan khusus dari penasihat Robert Mueller tentang campur tangan Rusia dalam pemilihan 2016 lalu.

“Setelah satu tahun dan jutaan halaman dokumen (dan biaya lebih dari 30 juta dolar AS), tanpa kolusi!” Kata Trump.

Trump lalu mengatakan kepada wartawan bahwa ia tidak ada kolusi sama sekali dengan Rusia. "Hal terakhir yang saya inginkan adalah bantuan dari Rusia dalam sebuah kampanye," katanya.

Meskipun sidang terbaru tidak mengungkapkan bukti kolusi, namun sidang itu memberikan banyak informasi baru tentang yang diselidiki oleh tim Mueller, bersama dengan jaksa federal lainnya di New York. Trump tetapi tidak berkomentar tentang suap yang ia lakukan untuk menutupi skandal seksnya dengan dua perempuan agar memuluskan jalannya menuju Gedung Putih.

"Sehubungan dengan  pembayaran kepada kedua perempuan itu, Michael Cohen (mantan pengacara Trump) bertindak dengan maksud untuk mempengaruhi pemilihan presiden 2016," kata jaksa New York.

Pembayaran itu secara teknis tidak terkait dengan penyelidikan Rusia. Tetapi jaksa melukiskan tindakan yang memberatkan terkait perilaku kriminal yang ekstensif, disengaja, dan serius dari Cohen.  Pada Agustus, Cohen (52 tahun) mengaku bersalah karena melanggar hukum keuangan kampanye sehubungan dengan pembayaran tersebut.

"Cohen menipu publik  dengan menyembunyikan fakta-fakta yang diduga akan memiliki efek besar pada pemilihan," kata jaksa.

Dalam memo putusan terpisah, Mueller mengatakan  Cohen telah berhubungan dengan seorang warga Rusia pada November 2015 yang menawarkan sinergi pada tingkat pemerintah. Itu terjadi beberapa bulan sebelum Trump secara resmi terpilih sebagai kandidat presiden dari partai Republik.

Warga Rusia berulang kali mengusulkan pertemuan antara Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin. Mereka mengatakan pertemuan itu bisa memiliki dampak luar biasa, tidak hanya dalam politik tetapi juga dalam  bisnis. "Tetapi Cohen tidak pernah menindaklanjuti, kata Mueller.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA