Sunday, 19 Jumadil Akhir 1440 / 24 February 2019

Sunday, 19 Jumadil Akhir 1440 / 24 February 2019

Donald Trump dan Pemerintahannya Terancam Diselidiki

Selasa 22 Jan 2019 22:15 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Nur Aini

Presiden AS Donald Trump.

Presiden AS Donald Trump.

Foto: AP Photo/Andrew Harnik
House of Representative mengubah aturan yang memungkinkan penyelidikan.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Anggota House of Representative dari partai Demokrat diam-diam mengutak-atik aturan yang dapat meningkatkan kemampuan mereka menyelidiki Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Dengan perubahan aturan ini mereka dapat menyelidiki catatan keuangan pribadi dan pemerintahan Trump lebih leluasa lagi.

Perubahan kecil dalam aturan penyelidikan tersebut dilakukan sejak Demokrat menguasai House of Representative pada awal tahun ini. Dengan perubahan tersebut, staf penyelidikan komite House of Representative dapat meminta keterangan dari saksi tanpa kehadiran anggota parlemen.

Mantan staf komite mengatakan dengan menghilangkan kerumitan dalam menentukan jadwal anggota parlemen, para staf komite dapat bekerja lebih cepat dan luas lagi. Sebab selama ini kesaksian dalam penyelidikan House of Representative harus dilakukan di depan anggota parlemen.

Para pakar hukum mengatakan hal itu cukup penting. Hal itu mengingat pada pekan lalu calon Jaksa Agung William Barr mengisyaratkan ia tidak akan memberikan laporan penyelidikan Jaksa Khusus Robert Muller kepada anggota parlemen dalam format asli.

Muller sudah melakukan penyelidikan tentang campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden AS tahun 2016 selama berbulan-bulan. Jika Barr menahan laporan Mueller maka perubahan peraturan ini dapat membantu penyidik House of Representative mendapatkan laporan Mueller dalam format yang asli. 

"Menghilangkan ketentuan anggota parlemen akan memberikan kekuatan yang lebih besar kepada staf penyelidikan di komite-komite yang berbeda, yang mana akan meningkatkan penyebaran dan wewenang penyilidikan yang sekarang tidak diawasi," kata direktur pelaksana FTI Consulting dan mantan penyelidik untuk Komite Pengawasan House of Representative, Kristina Moore, Selasa (22/1). 

Karena ketidaksepakatan antara Trump dengan partai Demokrat yang menguasai Kongres tentang tembok perbatasan dengan Meksiko, pemerintahan AS mengalami shutdown terpanjang dalam sejarah. Tapi, kini Demokrat satu langkah lebih unggul dengan berencana melakukan penyelidikan terhadap Trump dan pemerintahannya.

"Perubahan peraturan House of Representative merupakan perluasan sasaran penyelidikan mayoritas, yang mana membuat semua orang di sektor swasta harus bersiap-siap," kata Moore.

Pada 7 Febuari mendatang mantan pengacara pribadi Trump, Michael Cohen dijadwalkan akan memberikan kesaksian di hadapan komite Pengawasan House of Representative yang kini dipimpin Elijah Cummings dari Demokrat. Esok harinya pelaksana tugas Jaksa Agung Matthew Whitaker akan bersaksi di hadapan Komite Kehakiman House of Representative.

Ketika partai Republik menguasai House of Representative sampai akhir tahun lalu kesaksian penyelidikan harus dilakukan dihadapan anggota komite yang mengajukan penyelidikan. Kata para ajudan dan staf House of Representative terkadang hal itu sangat sulit untuk dilakukan.

Mereka mencontohkan ketika Komite Intelijen House of Representative harus mewawancari seorang saksi di New York. Anggota komite intelijen dan stafnya harus datang ke New York untuk mendapatkan kesaksian tersebut.

Terkadang, kata para ajudan anggota House of Representative, tidak mudah membuat seorang anggota parlemen duduk selama berjam-jam mendengarkan kesaksian orang biasa. Meski kesaksian tersebut memiliki informasi yang sangat bernilai.

Sumber : Reuters
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA