Rabu, 17 Safar 1441 / 16 Oktober 2019

Rabu, 17 Safar 1441 / 16 Oktober 2019

Israel Serang Pasukan Pendukung Pemerintah Suriah

Ahad 23 Apr 2017 17:40 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nur Aini

Tentara Israel berjaga-jaga di Dataran Tinggi Golan yang dikuasai negara zionis tersebut.

Tentara Israel berjaga-jaga di Dataran Tinggi Golan yang dikuasai negara zionis tersebut.

Foto: Reuters/Baz Ratner

REPUBLIKA.CO.ID, DAMASKUS -- Pasukan Israel dilaporkan telah menyerang Pasukan Pertahanan Nasional (NDF) pro-pemerintah Suriah di pedesaan di Quneitra, Suriah, Ahad (23/4). Tiga personel NDF tewas akibat serangan tersebut.

Menurut laporan, pasukan Israel membidik pejuang yang setia dan pro-pemerintah Suriah di wilayah Naba al-Fawwar, sebuah desa di provinsi Quneitra. Lokasi serangan berada di Dataran Tinggi Golan yang tidak diduduki oleh Israel, tetapi dikendalikan pemerintah Suriah.

"Tiga pejuang NDF tewas dan dua lainnya mengalami luka-luka akibat serangan tersebut," kata seorang pejabat NDF, seperti dilaporkan laman Aljazirah.

Sebelumnya, militer Israel, pada Jumat (21/4) menyatakan bahwa pihaknya memang tengah mengincar pasukan Suriah di Quneitra. Adapun alasan membidik pasukan Suriah tersebut adalah untuk melancarkan serangan balasan terhadap serangan mortir yang melanda bagian utara Dataran Tinggi Golan, yang notabene dikuasai Israel.

Sebagian besar Dataran Tinggi Golan memang dikuasai oleh Israel. Israel mengokupansi dan merebut sekitar 1.200 kilometer persegi Dataran Tinggi Golan dari Suriah dalam Perang Timur Tengah pada 1967 silam. Sedangkan Suriah menguasai sekitar 510 kilometer persegi dari Dataran Tinggi Golan.

Secara teknis, Israel dan Suriah memang kerap terlibat konfrontasi untuk menentukan batas kekuasaan masing-masing di Dataran Tinggi Golan. Puncaknya pada 2011, yakni ketika perang Suriah pecah. Saat ini, pasukan pemberontak dan milisi bersenjata yang memerangi Presiden Suriah Bashar al-Assad juga mengontrol sebagian wilayah di Quneitra.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA