Selasa, 16 Safar 1441 / 15 Oktober 2019

Selasa, 16 Safar 1441 / 15 Oktober 2019

Adang ISIS, Trump Siap Kirim Kembali Pasukan ke Suriah

Senin 04 Feb 2019 11:42 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nashih Nashrullah

Presiden AS Donald Trump.

Presiden AS Donald Trump.

Foto: AP Photo/Andrew Harnik
Pernyataan ini datang setelah sebelumnya dia menarik pasukan AS Desember lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON –  Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan siap mengembalikan pasukan militernya ke Suriah. Hal itu akan dia lakukan jika ISIS bangkit lagi di negara tersebut.  

"Kami akan kembali (ke Suriah) jika perlu," ujar Trump saat ditanya tentang kemungkinan kebangkitan ISIS di Suriah dalam sebuah wawancara dengan CBS News yang disiarkan pada Ahad (3/2), dikutip laman Anadolu Agency.  

Menurutnya tidak ada kendala besar bagi AS untuk kembali ke Suriah bila memang dibutuhkan. 

"Kami memiliki pesawat terbang yang sangat cepat, kami memiliki pesawat kargo yang bagus. Kita bisa kembali dengan sangat cepat," kata Trump.  

Pada 14 Desember tahun lalu, Trump mengumumkan akan menarik seluruh pasukan AS dari Suriah. 

Keputusan itu dibuat karena Trump mengklaim bahwa ISIS telah berhasil dikalahkan di negara tersebut.  

Namun keputusan Trump disesalkan sekutunya di Suriah, yakni Prancis dan Inggris. 

Kedua negara itu menilai ISIS belum sepenuhnya lenyap dan kehadiran pasukan AS masih sangat dibutuhkan.  

Mantan menteri pertahanan AS Jim Mattis juga menentang keputusan Trump. Mattis berpendapat serupa, yakni ISIS masih belum sepenuhnya dikalahkan. 

Penentangan Mattis sempat membuah Trump gusar. Karena perselisihan tersebut, Mattis akhirnya memilih mundur dari jabatannya. 

Utusan khusus AS untuk koalisi global yang memerangi kelompok ISIS, Brett McGurk, mengikuti jejak Mattis. 

Ia pun mengundurkan diri karena berseberangan dengan keputusan Trump untuk menarik seluruh pasukan AS dari Suriah. 

Dalam surat pengunduran dirinya yang diserahkan kepada Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, McGurk mengatakan bahwa milisi ISIS, terutama di Suriah, sedang dalam pelarian. 

Dia menyangkal klaim Trump yang menyebut bahwa ISIS telah dikalahkan. 

Menurutnya, keputusan Trump juga membuat mitra koalisi AS dalam memerangi ISIS kebingungan. 

“Hal itu membuat mitra koalisi dan mitra pertempuran kami bingung,” katanya dalam sebuah surel yang dikirim kepada koleganya saat mengomentari keputusan Trump dan berhasil diperoleh New York Times. (Kamran Dikarma)

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA