Rabu, 17 Safar 1441 / 16 Oktober 2019

Rabu, 17 Safar 1441 / 16 Oktober 2019

PBB: Pertempuran di Idlib Bisa Akibatkan Bencana Kemanusiaan

Sabtu 18 Mei 2019 14:26 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Gita Amanda

Anggota tim pakar investigator PBB ketika mengambil sampel pasir di pinggiran Damaskus, Suriah.

Anggota tim pakar investigator PBB ketika mengambil sampel pasir di pinggiran Damaskus, Suriah.

Foto: AP PHOTO/Yousef Albostany
Suriah baru saja mulai bangkit dari konflik yang menghancurkan pada awal 2011.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan potensi pertempuran skala penuh di Provinsi Idlib, Suriah, bisa mengakibatkan bencana kemanusiaan terparah sepanjang abad ke-21. Hal ini disampaikan oleh Wakil Sekretaris Jenderal PBB dan koordinator bantuan darurat Mark Lowcock.

"(Operasi apapun dengan kekuatan militer penuh) akan melepaskan mimpi buruk kemanusiaan seperti yang pernah kita saksikan di Suriah," kata dia seperti dikutip dari laman Anadolu Agency, Sabtu (18/5).

Ada sekitar 1,5 juta orang saat ini yang tinggal di Idlib, dan sekitar setengahnya mengungsi ke bagian lain negara itu. Turki dan Rusia sepakat September lalu untuk mengubah Idlib menjadi zona deeskalasi di mana tindakan agresi akan secara tegas dilarang.

Namun Pemerintahan Suriah di bawah Bashar al-Assad, secara konsisten telah melanggar ketentuan-ketentuan gencatan senjata, dan meluncurkan serangan yang sering di dalam zona de-eskalasi. Dalam beberapa pekan terakhir, rezim dan sekutunya, Rusia, telah mengintensifkan serangan terhadap kantong pemberontak besar terakhir.

Serangan itu mengancam untuk melepaskan bencana kemanusiaan besar dengan 180 ribu warga sipil terpaksa meninggalkan rumah mereka dalam tiga minggu terakhir. Seratus delapan puluh orang terbunuh pada waktu itu dan 80 ribu orang terpaksa berlindung di ladang terbuka atau di bawah pohon, menurut Lowcock.

"Terlepas dari peringatan kami, ketakutan terburuk kami sekarang menjadi kenyataan," ujar Lowcock kepada Dewan Keamanan PBB.

Suriah baru saja mulai bangkit dari konflik yang menghancurkan pada awal 2011 ketika rezim Assad menindak demonstran dengan tingkat keparahan yang tak terduga.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA