Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Obama Melanggar Hukum Terkait Perang Libya? Ini Jawaban Menhan AS...

Senin 20 Jun 2011 10:16 WIB

Red: Stevy Maradona

Presiden Amerika Serikat, Barack Obama.

Presiden Amerika Serikat, Barack Obama.

Foto: AP

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON-- Menteri Pertahanan AS Gobert Gates, Ahad (19/6), membela operasi militer yang disponsori AS di Libya. Dia mengatakan Presiden Barack Obama tak melanggar War Powers Act dalam menangani konflik tersebut.

Gates juga mengatakan pemangkasan dana bagi operasi tersebut akan "menjadi kekeliruan". Ketika berbicara dalam acara "Fox News Sunday", Gates mengatakan ia bekerja sama dengan Kepala Staf Keamanan Nasional tak lama setelah War Powers Act disahkan pada 1973.

"Saya percaya Presiden Obama telah mematuhi hukum, sejalan dengan cara semua pendahulunya. Saya kira ia tak melanggar dasar baru di sini," kata Gates.

Gates mengatakan dari sudut pandang AS, anggota militer AS "Terlibat dalam operasi kinetik terbatas. Jika saya berada pada posisi (pemimpin Libya Muamar) Gaddafi, saya kira saya akan berfikir saya sedang perang".

Menurut undang-undang dasar AS, Kongres memiliki hak untuk mengumumkan perang. War Powers Act 1973 melarang Angkatan Bersenjata AS terlibat dalam aksi militer lebih dari 60 hari, dengan masa penarikan 30 hari, tanpa pengesahan penggunaan kekuatan militer atau pernyataan perang.

Anggota Kongres telah menuntut pemerintah meminta persetujuan bagi berlanjutnya keterlibatan dalam konflik sebab masa 90 hari bagi militer AS untuk ikut dalam misi Libya berakhir pada Ahad (19/6), atau mereka akan memotong dana bagi misi tersebut.

Gates memperingatkan bahwa pemotongan dana bukan tindakan yang benar, dan mengatakan, `Kita telah melewati ini pada sejumlah keadaan ... saat Kongres mengancam akan menghentikan dana di Irak dan pada beberapa keadaan dan seterusnya," katanya. "Jujur saja, saya kira pemotongan dana di tengah operasi militer ketika banyak orang terlibat selalu menjadi kekeliruan."

Gedung Putih pekan lalu mengesampingkan tenggat 90 hari, dan menyatakan Amerika mematuhi War Powers Act, sehingga tak memerlukan lampu hijau dari Kongres.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA