Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Gawat! Rudal yang Hilang dari Libya Ternyata Ada 10 Ribu Unit

Ahad 02 Oct 2011 18:02 WIB

Red: Stevy Maradona

Pasukan Prancis yang tergabung dalam NATO, menyiapkan rudal untuk menyerang Tripoli.

Pasukan Prancis yang tergabung dalam NATO, menyiapkan rudal untuk menyerang Tripoli.

Foto: AP

REPUBLIKA.CO.ID,BERLIN-- Setidaknya 10.000 rudal belum ditemukan di Libya, kata seorang pejabat senior NATO menurut laporan media Jerman pada Ahad. Ini menimbulkan kekhawatiran senjata itu dapat jatuh ke tangan Alqaidah.

Majalah Der Spiegel melaporkan pada situs webnya bahwa Laksamana Giampaolo Paola, yang memimpin komite para pemimpin militer NATO, mengadakan briefing rahasia untuk anggota parlemen Jerman pada Senin. Dalam forum itu, ia menyatakan keprihatinan aliansi itu mengenai lenyapnya rudal-rudal itu.

"Senjata bisa saja berakhir di negara lain dan di tangan yang salah, "di mana saja dari Kenya sampai Kunduz" dan Afghanistan," kata Laksamana, seperti dikutip Spiegel.

"Rudal-rudal itu merupakan "ancaman serius terhadap penerbangan sipil," kata laksamana berkebangsaan Italia itu. Komentar-komentar dilaporkan menggemakan pernyataan yang dibuat oleh seorang pejabat militer pemerintah baru Libya pada Sabtu.

Jenderal Mohammed Adia, yang bertanggung jawab atas persenjataan di kementerian pertahanan, mengatakan kepada wartawan bahwa "sekitar 5.000" roket anti-pesawat SAM-7 hilang.

"Disayangkan jika beberapa rudal bisa jatuh ke tangan yang salah ... di luar negeri," kata jenderal itu kepada para wartawan di sebuah gudang senjata mantan pemimpin Libya yang digulingkan, Muamar Gaddafi di benghazi.

Berita-berita dari Benghazi sebelumnya mengatakan, hampir 5.000 rudal anti-pesawat SAM-7 dari arsenal mantan pemimpin Libya Muamar Gaddafi telah hilang, kata seorang pejabat militer pemerintah baru negara itu, Sabtu.

"Libya di bawah pimpinan Gaddafi telah membeli sekitar 20.000 rudal SAM-7, buatan Soviet atau Bulgaria," kata Jendral Mohammed Adia, yang memimpin bagian peralatan perang kementerian pertahanan, katanya pada upacara simbolis untuk melumpuhkan sebagian dari cadangan itu.

"Lebih dari 14.000 dari rudal-rudal itu telah digunakan, hancur atau sekarang di luar misi. Sebagian besar cadangan itu di Zintan" di Libya baratdaya, katanya.

"Sekitar 5.000 SAM-7 masih hilang ... Sayang, sebagian dari rudal itu dapat jatuh ke tangan yang salah ... di luar negeri," kata jendral itu pada wartawan di sebuah bekas gudang senjata pasukan Gaddafi di Benghazi.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA