Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Qadafi Dikabarkan Terkepung

Sabtu 27 Aug 2011 03:01 WIB

Red: Stevy Maradona

Muammar Qadafi

Muammar Qadafi

Foto: AP

REPUBLIKA.CO.ID, TRIPOLI-- Seorang menteri di Dewan Transisi Nasional Libya (NTC) mengatakan, Jumat, pasukan pemberontak mengepung sebuah daerah Tripoli. Di tempat ini mereka mengklaim Muammar Gaddafi dan rombongannya bersembunyi.

Pemberontak mengawasi keberadaan orang-orang itu sebelum berusaha menangkap mereka, katanya. "Daerah tempat ia kini berada telah dikepung," kata Menteri Kehakiman Mohammed al-Alagi. "Pemberontak mengawasi daerah itu dan sedang mengurusnya."

Alagi, seorang pengacara yang mengatakan ia datang ke Tripoli untuk membentuk "otoritas hukum" baru, menolak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai keberadaan Gaddafi.

Sejumlah pejabat lain pemberontak mengatakan, mereka yakin tokoh kuat Libya yang telah jatuh itu bersembunyi di daerah Abu Salim di Tripoli selatan -- sebuah daerah yang dilanda bentrokan-bentrokan dalam beberapa hari ini.

Pemberontak menyatakan sebelumnya pekan ini bahwa mereka berpendapat Gaddafi telah tersudut, namun laporan-laporan ini kemudian terbukti tidak tepat atau terlalu dini. Pemimpin Libya yang berkuasa puluhan tahun itu kini menjadi buronan, hidup atau mati.

Para pengusaha Libya menawarkan hadiah dua juta dinar (1,67 juta dolar) bagi penangkapan Muammar Gaddafi, hidup atau mati, kata ketua kelompok pemberontak Dewan Transisi Nasional (NTC), Rabu.

Gaddafi, yang keberadaannya hingga kini tidak diketahui, menawarkan hadiah bagi penangkapan Abdel Jalil pada Maret, setelah ia bergabung dengan pemberontak di markas mereka di Benghazi, Libya timur.

Gaddafi (68) adalah pemimpin terlama di dunia Arab dan telah berkuasa selama empat dasawarsa. Gaddafi bersikeras akan tetap berkuasa meski ia ditentang banyak pihak.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA