Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Rekaman Qaddafi dan Keluarganya Asyik Bermain Bola Dirilis

Jumat 23 Sep 2011 09:21 WIB

Rep: friska yolandha/ Red: Stevy Maradona

Pemimpin Libya Muammar Qadafi kini resmi jadi buruan NATO

Pemimpin Libya Muammar Qadafi kini resmi jadi buruan NATO

Foto: CSM

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON--Film putri angkat pemimpin Libya Muammar Qaddafi yang diklaim telah dibunuh pada pengeboman pada 1986 oleh Amerika Serikat hari ini (22/9) dipublikasikan oleh “The Daily Telegraph”.

Rekaman ini menunjukkan rangkaian luar biasa dari keluarga Qaddafi yang tengah bermain di sebuah perkemahan di luar Tripoli pada akhir 1980an. Rekaman tersebut menunjukkan Hanna, nama anak angkat tersebut, tengah menendang bola yang dipegang ayahnya.

Film tersebut diambil tiga tahun setelah penyerangan di Bab al Azizia di Tripoli yang diklaim Qaddafi telah menewaskan anaknya. Pada video tersebut terdengar jelas keluarga Qaddafi memanggil namanya.

Gadi di film tersebut juga memiliki kemiripan dengan foto perempuan dewasa bernama Hanna Qaddafi yang ijasah pendidikannya ditemukan di sebuah kamar di kamp setelah runtuhnya rezim Qaddafi. “Pahlawan Kecil, Hanna.” Seperti itulah Qaddafi memanggil putri kecilnya dalam rekaman tersebut.

Ia dan ketiga anak lak-lakinya terlihat asyik bermain bola. Qaddafi memakai baju olahraga berwarna merah, sama seperti Hanna kecil yang memakai mantel merah.

Perekam video ini, Muhammad Ali, telah bekerja selama sembilan tahun bersama keluarga Qaddafi. Ia adalah salah satu dari tiga kameraman Qaddafi. Ali mengatakan keluarga tersebut senang pergi berkemah di sekitar kota. Qaddafi sendiri adalah seorang yang paraniod dan tidur di sebuah matras di tenda yang berbeda setiap hari. “Tidak ada yang tahu di rumah mana ia tidur dan ketika pergi ke desa, ia tidak pernah tidur di dalam tenda,” ujarnya.

 Seorang pengelola makanan keluarga Qaddafi, Alaaka, mengatakan Qaddafi adalah seseorang yang merasa selalu diikuti mimpi buruk. Ketika bepergian dengan pesawat, ia selalu memesan empat pesawat. “Dan tidak ada yang tahu di pesawat mana ia naik,” tuturnya.

Alaaka juga pernah menemani keluarga Qaddafi mengunjungi sebuah panti asuhan tempat mereka mengadopsi Hana. Di sana Qaddafi mengadopsi tiga anak-anak. Anak-anak itu ia adopsi untuk menjadi teman anak-anaknya. Ia tidak ingin ketiga putranya berteman dengan anak-anak Libya. Anak-anak itu adalah ‘mainan’ tiga anak kandungnya.

Qaddafi menggunakan kematian putrinya Hanna sebagai alat untuk menyebarkan anti-Barat pada orang-orang Libya. Pejabat rezim mengatakan keluarga tersebut telah mengadopsi Hanna kedua setelah serangan di Bab al Azizia.
 

sumber : Telegraph
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA