Selasa 27 Sep 2022 17:28 WIB

Eropa Selidiki Kebocoran Pipa Gas Rusia

Sejauh ini tidak ada pipa yang memompa gas ke Eropa pada saat kebocoran ditemukan.

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Friska Yolandha
Sistem pipa dan perangkat pemutus terlihat di stasiun penerima gas dari pipa Nord Stream 2 Laut Baltik di Lubmin, Germny, Senin, 26 September 2022. Pada malam 26 September 2022, terjadi penurunan tekanan di pipa gas Nord Stream 2, menurut operator.
Foto: Stefan Sauer/dpa via AP
Sistem pipa dan perangkat pemutus terlihat di stasiun penerima gas dari pipa Nord Stream 2 Laut Baltik di Lubmin, Germny, Senin, 26 September 2022. Pada malam 26 September 2022, terjadi penurunan tekanan di pipa gas Nord Stream 2, menurut operator.

REPUBLIKA.CO.ID, STOCKHOLM -- Negara-negara Eropa pada Selasa (27/9/2022) menyelidiki kebocoran dua pipa gas Rusia yang beroperasi di bawah Laut Baltik dekat Swedia dan Denmark. Otoritas Maritim Swedia mengeluarkan peringatan tentang dua kebocoran di pipa Nord Stream 1, tak lama setelah kebocoran terjadi pada pipa Nord Stream 2.

Kebocoran pipa gas mendorong Denmark membatasi pengiriman dalam radius lima mil laut.  Kedua jaringan pipa tersebut telah menjadi titik panas dalam perang energi yang meningkat antara Eropa dan Moskow. Krisis ini telah memukul ekonomi utama Barat dan membuat harga gas melonjak.

Baca Juga

Sejauh ini, tidak ada pipa yang memompa gas ke Eropa pada saat kebocoran ditemukan. Tetapi kedua pipa masih mengandung gas di bawah tekanan. Insiden tersebut akan menghalangi setiap upaya untuk memulai kembali operasi komersial salah satu saluran pipa.

"Kemarin terdeteksi kebocoran pada salah satu dari dua pipa gas antara Rusia dan Denmark, yaitu Nord Stream 2. Pipa tersebut tidak beroperasi, tetapi berisi gas alam, yang sekarang bocor," kata Menteri Energi Denmark, Dan Jorgensen.

"Pihak berwenang sekarang telah menerima pemberitahuan bahwa ada 2 kebocoran lagi di Nord Stream 1, yang juga tidak beroperasi tetapi mengandung gas," tambah Jorgensen. 

Perusahaan gas Rusia, Gazprom menolak berkomentar atas kebocoran tersebut. Rusia memangkas pasokan gas ke Eropa melalui Nord Stream 1 sebelum menghentikan aliran gas secara menyeluruh pada Agustus. Rusia menyalahkan sanksi Barat karena menyebabkan kesulitan teknis pengiriman gas. Namun politisi Eropa berpendapat, klaim Rusia itu adalah dalih untuk menghentikan pasokan gas.

Pipa Nord Stream 2 baru saja selesai tetapi belum memasuki operasi komersial.  Rencana untuk memasok gas melalui pipa Nord Stream 2 dibatalkan oleh Jerman beberapa hari sebelum Rusia mengirim pasukan ke Ukraina pada Februari.  

"Ada dua kebocoran di Nord Stream 1, satu kebocoran di zona ekonomi Swedia dan satu kebocoran di zona ekonomi Denmark. Mereka sangat dekat satu sama lain," kata juru bicara Administrasi Maritim Swedia (SMA) kepada Reuters.

Juru bicara itu mengatakan, kebocoran terletak di timur laut Pulau Bornholm di Denmark. Hingga kini penyebab kebocoran masih belum diketahui. "Kami terus mengawasi untuk memastikan tidak ada kapal yang datang terlalu dekat ke lokasi," kata juru bicara SMA.

Pihak berwenang Denmark telah meminta agar tingkat kesiapan negara untuk sektor listrik dan gas dinaikkan setelah kebocoran tersebut. Dengan peningkatan level kesiapan ini berarti perusahaan di sektor listrik dan gas harus menerapkan langkah-langkah untuk meningkatkan keselamatan misalnya pada pembangkit, gedung dan instalasi.

"Pelanggaran pipa gas sangat jarang terjadi. Kami ingin memastikan pemantauan menyeluruh terhadap infrastruktur penting Denmark untuk memperkuat keamanan pasokan di masa depan," kata Kepala Badan Energi Denmark, Kristoffer Bottzauw.  

Badan Energi Denmark mengatakan, kapal bisa kehilangan daya apung jika memasuki area kebocoran pipa tersebut. Selain itu, mungkin ada risiko penyalaan di atas air dan di udara. Badan Energi Denmark menambahkan tidak ada risiko keamanan yang terkait dengan kebocoran di luar zona eksklusi.

Kebocoran gas hanya akan mempengaruhi lingkungan secara lokal. Berarti kebocoran gas hanya berdampak di area yang terdapat gumpalan gas di kolom air. Kebocoran pipa gas akan mempunyai efek merusak iklim dari keluarnya gas metana ke udara.

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement