Selasa 25 Oct 2022 15:32 WIB

Taiwan Belikan Haiti Rompi Antipeluru

Taiwan membantu Haiti membeli rompi antipeluru dan peralatan protektif personel lain

Rep: Lintar Satria/ Red: Esthi Maharani
Seorang pengunjuk rasa membawa sepotong kayu yang menirukan senjata selama protes menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Ariel Henry. Pemerintah Taiwan membantu Haiti membeli rompi anti-peluru dan peralatan protektif personel lainnya
Foto: AP Photo/Odelyn Joseph
Seorang pengunjuk rasa membawa sepotong kayu yang menirukan senjata selama protes menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Ariel Henry. Pemerintah Taiwan membantu Haiti membeli rompi anti-peluru dan peralatan protektif personel lainnya

REPUBLIKA.CO.ID, TAIPEI -- Pemerintah Taiwan membantu Haiti membeli rompi antipeluru dan peralatan protektif personel lainnya dari manufaktur Taiwan. Pengumuman Kementerian Luar Negeri Taiwan ini disampaikan saat situasi di Haiti semakin memburuk.

Haiti menghadapi kelangkaan bahan bakar akut karena pelabuhan bahan bakar diblokir kelompok kriminal bersenjata yang menuntut Perdana Menteri Ariel Henry mundur. Aktivitas ekonomi memaksa sejumlah rumah sakit terpaksa tutup.

Baca Juga

Haiti satu dari hanya 14 negara yang masih memiliki hubungan diplomatik dengan Taiwan.

Pada Selasa (25/10/2022) Kementerian Luar Negeri Taiwan mengatakan pemerintah membantu pemerintah Haiti membeli peralatan protektif personel seperti rompi antipeluru dari manufaktur Taiwan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Taiwan Joanne Ou mengatakan, bantuan ini adalah "untuk memperkuat kemampuan polisi Haiti untuk melaksanakan tugas dan merespon panggilan dari masyarakat dan mengajak negara-negara visi serupa untuk meningkatkan keamanan masyarakat di Haiti."

Ia menambahkan Taiwan juga bekerja sama dengan badan ama Amerika Serikat, Food For The Poor untuk menyediakan nasi ke Haiti.

Ou mengatakan kedutaan besar Taiwan di Haiti beroperasi dengan normal. Tapi akan membuat "penyesuaian" tergantung situasinya.

Jepang mengatakan mereka menutup sementara kedutaan besarnya di Haiti karena masalah keamanan dan kemanusiaan di sana.

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement