Jumat 02 Jun 2023 07:41 WIB

Pecahkan Rekor! Iran Eksekusi Mati 307 Orang Sepanjang 2023

Eksekusi mati di Iran naik 75 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Esthi Maharani
 Hukuman Mati. (ilustrasi).(Republika/Tahta Aidilla)
Foto: Republika/ Tahta Aidilla
Hukuman Mati. (ilustrasi).(Republika/Tahta Aidilla)

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN – Kelompok Iran Human Rights (IHR) mengungkapkan, Iran telah mengeksekusi mati lebih dari 300 orang tahun ini. Jumlah orang yang dieksekusi pada bulan Mei memecahkan rekor tertinggi sejak 2015. IHR mendesak komunitas internasional merespons kebijakan eksekusi Iran.

IHR mengatakan, Iran setidaknya telah mengeksekusi 307 orang sepanjang 2023. Angka tersebut meningkat lebih dari 75 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sedikitnya 142 orang dieksekusi pada Mei. Itu menjadi angka bulanan tertinggi sejak 2015. Jika diurai, di bulan Mei, Iran mengeksekusi rata-rata empat orang setiap harinya.

Baca Juga

Menurut IHR, sebanyak tujuh pria telah digantung dalam kasus-kasus yang berkaitan dengan aksi protes. Namun IHR mengatakan eksekusi juga telah melonjak dalam kasus-kasus yang tidak terlalu mencuat, terutama terkait kasus narkoba dan pembunuhan, dengan etnis minoritas yang menjadi sasaran secara tidak proporsional.

IHR mengungkapkan, sebanyak 59 persen atau setara 180 orang yang dieksekusi tahun ini terlibat dalam kasus narkoba. Sementara lebih dari 20 persen atau setara 30 orang yang dieksekusi pada Mei berasal dari minoritas Sunni Baluch. Kelompok itu terkonsentrasi di bagian tenggara Iran.

IHR menuduh Iran meningkatkan eksekusi untuk menimbulkan ketakutan pada masyarakat. “Tujuan intensifikasi eksekusi sewenang-wenang Republik Islam (Iran) adalah untuk menyebarkan ketakutan masyarakat untuk mencegah protes dan memperpanjang kekuasaannya,” kata Direktur IHR Mahmood Amiry-Moghaddam, Kamis (1/6/2023).

Dia mendesak komunitas intenasional merespons peningkatan eksekusi mati di Iran. “Jika komunitas internasional tidak menunjukkan reaksi yang lebih kuat terhadap gelombang eksekusi saat ini, ratusan lainnya akan menjadi korban mesin pembunuh mereka dalam beberapa bulan mendatang,” ujarnya.

Menurut IHR, sepanjang tahun lalu Iran mengeksekusi mati sedikitnya 582 orang. Angka itu naik jika dibandingkan dengan total eksekusi yang dilakukan pada 2021 yang berjumlah 333. Kelompok hak asasi manusia Amnesty International menempatkan Iran sebagai algojo terbesar kedua di dunia. Sementara posisi pertama ditempati Cina yang diyakini mengeksekusi ribuan warganya per tahun.

 

sumber : AP
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement