Kamis 24 Aug 2023 14:31 WIB

Ini Kata Mantan Direktur CIA Soal Kematian Prigozhin

Sekelompok orang berkumpul di St Petersburg untuk memberi penghormatan ke Prigozhin.

Rep: Amri Amrullah/ Red: Nidia Zuraya
Beberapa pria membentangkan bendera PMC Wagner di lokasi peringatan informal pasca jatuhnya pesawat jet yang menewaskan bos Wagner, Yevgeny Prigozhin
Foto: AP
Beberapa pria membentangkan bendera PMC Wagner di lokasi peringatan informal pasca jatuhnya pesawat jet yang menewaskan bos Wagner, Yevgeny Prigozhin

REPUBLIKA.CO.ID,  WASHINGTON -- Mantan menteri pertahanan AS dan mantan direktur CIA, Leon Panetta, mengatakan bahwa kemungkinan Rusia akan mencoba mengambil alih kelompok tentara bayaran Wagner, setelah jatuhnya pesawat yang diduga membawa pendirinya, Yevgeny Prigozhin.

"Saya pikir mereka akan sangat khawatir untuk membiarkan orang-orang ini pada dasarnya terus beroperasi sendiri," kata Panetta, Kamis (24/8/2023).

Baca Juga

"Jadi, saya tidak akan terkejut jika mereka menegaskan kendali atas Grup Wagner di Afrika, Asia, dan di manapun mereka berada. Dalam hal ini, saya pikir mereka yang berada di Grup Wagner juga harus mengkhawatirkan kehidupan mereka sendiri," ujarnya.

Sementara itu, seusai bos Wagner dikabarkan tewas, sekelompok orang berkumpul di Saint Petersburg pada Rabu (23/8/2023) malam untuk memberikan penghormatan kepada pendiri Wagner Group, Yevgeny Prigozhin. Hal itu setelah pihak berwenang Rusia memastikan bahwa Prigozhin berada di pesawat yang jatuh tanpa ada yang selamat.

Video menunjukkan anggota masyarakat membentangkan spanduk besar di luar markas perusahaan militer swasta Wagner yang bertuliskan, "Wagner PMC. Kita bersama." Orang-orang juga meletakkan bunga, menyalakan lilin, dan meninggalkan bercak-bercak lambang PMC Wagner di dekat pintu masuk Wagner Center.

Sebelumnya pada Rabu, badan penerbangan Rusia mengatakan bahwa Prigozhin berada di dalam pesawat jet pribadi yang jatuh di utara Moskow, menewaskan semua orang di dalamnya.

Kecelakaan pesawat di Rusia terjadi hanya dua hari setelah sebuah video yang beredar di blog militer pro-Rusia menunjukkan Prigozhin mengklaim bahwa ia berada di Afrika "membuat Rusia semakin besar di semua benua, dan Afrika semakin bebas."

Para pejuang Wagner telah aktif di beberapa negara Afrika, termasuk Mali, di mana mereka diundang oleh junta yang berkuasa untuk memadamkan pemberontakan Islam yang terjadi di dekat perbatasan negara itu dengan Burkina Faso dan Niger. Sejumlah investigasi menyebut Wagner terlibat dalam pembunuhan terhadap penduduk sipil di Mali dan Republik Afrika Tengah. 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement