Ahad 27 Aug 2023 21:47 WIB

Australia Awasi Dampak Ekonomi Cina

Tanda-tanda pelemahan ekonomi Cina dapat membebani perekonomian Australia.

Rep: Dwina Agustin/ Red: Esthi Maharani
Menteri Keuangan Australia Jim Chalmers (kanan). Menteri Keuangan Australia Jim Chalmers mengatakan pada Ahad (27/8/2023), bahwa pemerintahnya mengawasi Cina dengan cermat.
Foto: Made Nagi/Pool Photo via AP
Menteri Keuangan Australia Jim Chalmers (kanan). Menteri Keuangan Australia Jim Chalmers mengatakan pada Ahad (27/8/2023), bahwa pemerintahnya mengawasi Cina dengan cermat.

REPUBLIKA.CO.ID, SYDNEY -- Menteri Keuangan Australia Jim Chalmers mengatakan pada Ahad (27/8/2023) bahwa pemerintahnya mengawasi Cina dengan cermat. Perhatian itu muncul di tengah kekhawatiran tanda-tanda pelemahan ekonomi yang dapat membebani perekonomian Australia.

“Saya merasakan kekhawatiran yang cukup besar yang disuarakan masyarakat mengenai perekonomian Cina,” kata Chalmers kepada siaran televisi Sky News.

Baca Juga

"Sangat memprihatinkan melihat pelemahan, kelemahan, dalam beberapa pekan dan bulan terakhir pada perekonomian Cina karena hal ini memiliki implikasi yang jelas bagi kita di Australia," ujarnya.

Pemulihan di negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia sedang terhambat karena memburuknya kemerosotan properti. Kondisi ini ditambah dengan lemahnya belanja konsumen dan jatuhnya pertumbuhan kredit.

Faktor-faktor itu mendorong pihak berwenang Cina memangkas suku bunga dan menjanjikan dukungan lebih lanjut. Sementara para analis menurunkan perkiraan pertumbuhan negara itu.

Cina adalah mitra dagang utama bagi eksportir bahan mentah Australia. Nilai perdagangan tahunan kedua negara sebesar 285 miliar dolar Australia, meskipun Canberra telah mendesak para eksportir untuk tidak terlalu bergantung pada Beijing di tengah ketegangan diplomatik.

“Di Cina mereka menghadapi pertumbuhan yang lebih lambat, mereka mengalami deflasi, ada kekhawatiran di sektor properti dan sektor perbankan mereka, ekspor mereka juga melambat," kata Chalmers.

“Kekhawatiran kami terhadap Cina khususnya adalah sesuatu yang kami pantau dengan cermat," ujarnya.

Pertumbuhan Australia, menurut Chalmers, akan jauh lebih lemah karena perlambatan Cina dan kenaikan suku bunga Australia. Reserve Bank of Australia mempertahankan suku bunga tidak berubah pada Agustus untuk bulan kedua berturut-turut setelah menaikkannya sebesar empat poin persentase selama 16 bulan untuk mengendalikan inflasi.

“Arah perjalanan secara keseluruhan cukup jelas, perekonomian kita melemah,” kata Chalmers.

Perekonomian Australia tumbuh 0,2 persen pada kuartal pertama, paling lambat dalam 1,5 tahun terakhir. Kondisi ini karena tingginya harga dan kenaikan suku bunga melemahkan belanja konsumen.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement