Senin 28 Aug 2023 12:39 WIB

Raja Inggris Berencana Pecat Staf Kerajaan

Staf di semua istana dinilai terlalu banyak.

Rep: Dwina Agustin/ Red: Esthi Maharani
Raja Inggris Charles III dilaporkan berencana memecat 20 persen staf manajemen menengahnya di Royal Household untuk meningkatkan efisiensi.
Foto: Andrew Milligan/Pool via AP
Raja Inggris Charles III dilaporkan berencana memecat 20 persen staf manajemen menengahnya di Royal Household untuk meningkatkan efisiensi.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Raja Inggris Charles III dilaporkan berencana memecat 20 persen staf manajemen menengahnya di Royal Household untuk meningkatkan efisiensi. Raja dan istrinya Ratu Camilla dikabarkan tidak menyetujui kondisi terlalu banyak anggota staf yang melakukan pekerjaan serupa.

Menurut laporan The Mail pada Ahad (27/8/2023), pemotongan jumlah staf dilaporkan akan memengaruhi lusinan karyawan di Istana Buckingham, Sandringham, Kastil Windsor, dan Balmoral. “Ada perasaan nyata bahwa staf di semua istana terlalu banyak. Ada terlalu banyak asisten untuk asisten. Raja dan Ratu lebih memilih untuk memberikan upah yang pantas kepada rakyatnya dari atas ke bawah, tapi jumlah orang lebih sedikit," ujar sumber yang dikutip surat kabar tersebut.

Baca Juga

Charles telah lama diketahui ingin merampingkan monarki dan memodernisasi cara kerja di Royal Household. Raja dilaporkan sangat sadar akan besarnya biaya yang ditanggung keluarga kerajaan kepada pembayar pajak. Sovereign Grant yang didanai pembayar pajak berjumlah total 86,3 juta poundsterling pada 2020 hingga 2021.

Dilaporkan bahwa Camilla akan memiliki peran penting dalam mengawasi perubahan staf kerajaan. Sumber tersebut menambahkan, Ratu tidak bisa membiarkan terlalu banyak orang melakukan pekerjaan yang sama.

“Misalnya, ada chef untuk mereka dan ada chef untuk staf. Mengapa, mereka bertanya, tidak bisakah ada satu staf dapur untuk semua orang?” ujarnya.

Masalah ini rupanya telah diangkat ke Master of the Household Wakil Laksamana Sir Tony Johnstone-Burt. Namun, Istana Buckingham belum memberikan komentar secara resmi tentang pemotongan pekerja tersebut.

Sosok yang bertanggung jawab dalam manajemen finansial Royal Household Sir Tony dan Sir Michael Stevens ditugaskan untuk bertanggung jawab atas periode transisi setelah penobatan. Dikutip dari Independent, Camilla memastikan rumah tangga kerajaan mematuhi cara Clarence House dalam menjalankan operasinya.

"Ini bukan tentang pemotongan, ini tentang mendapatkan nilai terbaik untuk uang dari mereka yang ada dalam daftar gaji. Terkadang lebih sedikit lebih baik," ujar tokoh senior mengatakan kepada Evening Standard.

Charles telah sibuk merampingkan rumah tangga kerajaan sejak mengambil peran sebagai raja. Tahun lalu, tak lama setelah kematian Ratu Elizabeth II dan suksesi takhta Charles, staf rumah tangga yang melayani pemimpin Inggris Raya sebelum kenaikannya diberitahu bahwa mereka bisa kehilangan pekerjaan.

Guardian melaporkan, bahwa hingga 100 karyawan, beberapa di antaranya telah bekerja di Clarence House selama beberapa dekade, diberitahu bahwa mereka dapat diberhentikan. Mereka termasuk pelayan pribadi seperti pelayan, penata rias dan juru masak, serta staf administrasi.

Pemotongan hubungan kerja tidak dapat dihindari...

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement