Selasa , 17 October 2017, 00:08 WIB

Dunia Berkabung untuk Somalia

Rep: Rizkyan adiyudha/ Red: Gita Amanda
Said Yusuf Warsame/EPA
Warga mengevakuasi korban di lokasi ledakan bom di depan Safari Hotel, Mogadishu, Somalia, (14/10) waktu setempat
Warga mengevakuasi korban di lokasi ledakan bom di depan Safari Hotel, Mogadishu, Somalia, (14/10) waktu setempat

REPUBLIKA.CO.ID, MOGADISHU -- Pemerintah di berbagai belahan dunia berduka terkait serangan bom di Mogadishu ibukota Somalia. Bom yang meledak dari dua bak mobil itu sedikitnya menewaskan 276 orang dan melukai lebih dari 300 orang lainnya.

Peristiwa tersebut tak pelak menyita perhatian beberapa pemerintah di berbagai belahan dunia. Mereka mengecam serangan mematikan itu. Beberapa negara lainnya juga telah menawarkan bantuan medis.
 
Sekretaris Jenderal Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres mengaku muak terhadap serangan teror tersebut. Tak hanya mengungkapkan belasungkawa, dia juga mendesak adanya persatuan guna menghadapi terorisme dan ekstrimisme.
 
Hal serupa diungkapkan Komisi Uni Afrika. Presiden Komisi Uni Afrika, Moussa Faki Mahamat meminta pemerintah Somalia untuk tetap bersatu meskipun dalam kondisi kritis dan mengatasi perpecahan untuk membangun kembali kohesi disemua tingkat institusi federal.
 
"Kami siap membantu pemerintah Somalia beserta masyarakatnya untuk mencapai perdamaian dan keamanan yang abadi," kata Moussa Faki Mahamat seperti diwartakan Aljazirah, Senin (16/10).
 
Sementara, pemerintah Turki mempersilahkan korban untuk dirawat di Ankara. Mereka saat ini sedang mengirimkan pesawat yang mengangkut persedian medis guna membantu korban peristiwa.
 
Turki yang belakangan sudah membantu memperbaiki rumah sakit, sekolah dan akses jalan juga mengutuk serangan tersebut. Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu mengaku siap membantu Somalia memerangi teror dan terus membantu pemulihan.
 
Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau mengatakan serangan bom merupakan aksi yang mengerikan dan dia mengecam tindakan itu. Rakyat bersama komunitas Somalia di Kanada turut berduka cita atas peristiwa tersebut.
 
Kementrian Luar Negeri Amerika Serikat dalam pernyataan resmi juga mengungkapkan rasa duka cita mereka. Amerika mengaku akan terus mendukung pemerintah dan rakyat Somalia untuk memerangi terorisme hingga tercapainya perdamaian, keamanan dan kesejahteraan.
 
Pernyataan serupa juga disampaikan Menteri Luar Negeri Inggris. "Mengutuk tindakan pengecut di Mogadishu yang telah merenggut banyak nyawa tak berdosa," kata Menlu Inggris, Boris Johson.
 
Sebelumnya, Presiden Somalia, Mohamed Abdullahi Mohamed Farmaajo memberlakukan tiga hari berkabung bagi para korban ledakan. Pemerintah juga akan mengibarkan bendera setengah tiang sebagai simbol duka.
 
"Waktunya untuk bersatu dan berdoa bersama. Teror tidak akan pernah menang," kata Mohamed.