Jumat , 08 December 2017, 07:48 WIB

Protes Trump, Warga Palestina Matikan Lampu Natal

Rep: Hasanul Rizqa/ Red: Teguh Firmansyah
Voa news
Palestina-Israel bentrok setelah pernyataan Trump
Palestina-Israel bentrok setelah pernyataan Trump

REPUBLIKA.CO.ID, RAMALAH -- Gelombang protes masih terjadi di Palestina akibat keputusan sepihak presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Salah satunya, warga Palestina mematikan lampu-lampu yang menghiasi pohon natal di dekat Gereja Besar Church of Nativity di Bethlehem. Tindakan ini berlangsung sejak Rabu (6/12) malam waktu setempat.

Seperti dilansir Reuters, Kamis (7/12), gereja tersebut dipercaya sebagai lokasi kelahiran Isa Almasih. Di dekatnya juga terdapat makam pemimpin besar Palestina, Yasser Arafat.

"(Lampu-lampu) pohon natal itu dimatikan atas perintah wali kota hari ini sebagai bentuk protes terhadap kebijakan Trump," kata Fady Ghattas, seorang kepala bagian media pada Pemerintah Kota Bethlehem, seperti dikutip Reuters, Kamis (7/12).

Menurutnya, masih belum dapat dipastikan kapan lampu-lampu hiasan pohon natal itu akan dinyalakan kembali. Sebagai informasi, gereja ini menjadi salah satu destinasi wisata rohani umat Kristen sedunia, khususnya menjelang Natal, 25 Desember.

Di wilayah Palestina, komunitas Kristen diketahui juga menentang keputusan sepihak orang nomor satu di AS tersebut.

Sebelumnya, para pemuka umat Kristen di Yerusalem mengirimkan sebuah surat terbuka kepada Donald Trump. Seperti dilansir Haaretz, Kamis (7/12), dalam surat itu, mereka meminta Trump mengakui status Yerusalem sebagai kota internasional.

"Nasihat dan permohonan kami kepada Amerika Serikat adalah untuk meneruskan pengakuan status internasional kini atas Yerusalem. Perubahan apa pun terkait status internasional Yerusalem itu akan menyebabkan kerusakan yang tak bisa dibenarkan lagi (pada upaya-upaya perdamaian)," demikian penggalan isi surat itu, seperti dikutip Haaretz, Kamis (7/12).