Senin , 19 June 2017, 16:58 WIB

Sejarah Hari Ini: Kaisar Meksiko Bonek Prancis Dieksekusi Mati

Rep: Puti Almas/ Red: Teguh Firmansyah
.
Tiang gantungan hukuman mati. Ilustrasi
Tiang gantungan hukuman mati. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, Duke Austria Ferdinand Maximilian yang ditunjuk sebagai Kaisar Meksiko oleh Kaisar Prancis Napoleon III dieksekusi pada 19 Juni 1867. Hal ini dilakukan sebagai tindak lanjut perintah dari Presiden Republik Meksiko saat itu, Benito Juarez.

Pada 1861, Juarez terpilih menjadi pemimpin di negara Amerika Latin. Meksiko mengalami kehancuran ekonomi yang sangat buruk saat itu. Akibatnya, ia dipaksa untuk membayar utang kepada Pemerintah Eropa.

Sebagai respons dari langkah itu, Pemerintah Prancis, Inggris, dan Spanyol melakukan negosiasi dengan Meksiko. Namun, Prancis memanfaatkan kesempatan untuk menduduki wilayah negara tersebut pada akhir 1861.

Pasukan Prancis mulai melakukan penyerbuan, yang membuat Juarez dan pemerintahannya harus mundur. Personel tentara yang dikerahkan berjumlah hingga 6000 orang membuat mereka dengan cepat menguasai Meksiko.

Hingga kemudian, Meksiko mulai menyusun strategi menghadapi Prancis. Dimulai dari Puebla, kota di wilayah utara negara itu. Sebanyak 500 tentara Prancis tewas dalam serangan, sementara 100 dari Meksiko juga tewas.

Meski Meksiko mengalami kemenangan yang dikatakan tidak cukup strategis, namun hal itu berarti untuk menunjukkan kekuatan dari pemerintah negara tersebut. Pada akhirnya, pasukan Prancis mulai kewalahan dan posisinya perlahan melemah.

Hingga Kaisar Maximilian beberapa waktu kemudian ditangkap oleh pasukan Pemerintah Meksiko. Eksekusi ini menjadi akhir dari kekuasaan Prancis di negara itu.