Tuesday, 22 Syawwal 1440 / 25 June 2019

Tuesday, 22 Syawwal 1440 / 25 June 2019

Jerman akan Dukung Badan PBB untuk Pengungsi Palestina

Senin 10 Jun 2019 15:33 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nur Aini

UNRWA

UNRWA

Foto: www.prc.org.uk
Jerman akan melanjutkan dukungannya di lembaga PBB, UNRWA.

REPUBLIKA.CO.ID, AMMAN -- Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas mengatakan negaranya akan terus mendukung Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA). Hal itu diutarakannya saat bertemu Menteri Luar Negeri Yordania Ayman al-Safadi di Amman, Ahad (9/6). 

"Kami melihat dukungan untuk UNRWA sebagai hal yang sangat penting dan kami akan melanjutkannya," ujar Maas, seperti dilaporkan laman Anadolu Agency. 

Baca Juga

Dia pun mendorong penyelesaian konflik Israel-Palestina melalui solusi dua negara. "Formula dua negara adalah satu-satunya solusi," katanya. 

Al-Safadi pun menegaskan hal serupa. Menurutnya, konflik Israel-Palestina hanya dapat diselesaikan melalui solusi dua negara. 

Ia mengapresiasi komitmen Jerman untuk terus mendukung UNRWA. "Yordania dan Jerman adalah mitra dalam mendukung UNRWA, yang harus melanjutkan perannya," ujar al-Safadi. 

Dalam sebuah wawancara dengan Associated Press, April lalu, Komisaris Jenderal UNRWA Pierre Krahenbuhl berharap negara-negara donor dapat mempertahankan bantuannya untuk organisasinya. Sebab tahun ini, UNRWA telah sepenuhnya kehilangan kontribusi dari pendonor terbesarnya, yakni Amerika Serikat (AS). 

Dia mengatakan, UNRWA mengalami krisis keuangan hebat tahun lalu karena AS memutuskan menghentikan bantuannya. "Tahun lalu kami mengalami krisis yang luar biasa dan respons yang luar biasa," ujar Krahenbuhl.

Respons luar biasa yang dimaksud Krahenbuhl adalah bantuan dari berbagai negara setelah AS memutuskan menghentikan pendanaannya terhadap UNRWA. Dia sangat berterima kasih karena berkat bantuan mereka UNRWA dapat mempertahankan layanan dan bantuannya untuk jutaan pengungsi Palestina. "Negara-negara yang mendukung kami tahun lalu, saya katakan sangat bangga berkontribusi dalam solusi ini," kata Krahenbuhl. 

Terdapat setidaknya 40 negara dan institusi yang menyokong krisis keuangan UNRWA pasca ditinggal AS, antara lain Jepang, Inggris, Swedia, Jerman, Kanada, dan Australia. Qatar, Arab Saudi, Uni Emirate Arab, dan Kuwait, masing-masing menyumbang 50 juta dolar AS. Uni Eropa pun memberi bantuan yang signifikan. 

Krahenbuhl berharap negara-negara yang telah membantu UNRWA pada 2018, akan mempertahankan kontrobusinya tahun ini. "Permintaan kami yang rendah hati kepada semua donor adalah, tolong jaga tingkat pendanaan Anda pada tingkat yang sama dengan 2018," ucapnya. 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA