Thursday, 25 Safar 1441 / 24 October 2019

Thursday, 25 Safar 1441 / 24 October 2019

Erdogan Sebut CIA dan Mossad Hendak Bebaskan Pastor Brunson

Rabu 08 Aug 2018 12:17 WIB

Rep: Marniati/ Red: Teguh Firmansyah

Recep Tayyip Erdogan

Recep Tayyip Erdogan

Foto: reuters
Brunson membantah terlibat dalam upaya kudeta pemerintahan Turki.

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA -- Presiden Turki Recep Erdogan mengklaim CIA dan Mossad, badan intelijen nasional Israel Mossad merencanakan misi penyelamatan untuk pastor Amerika Serikat (AS) Andrew Brunson.

Seperti dilansir CBN, Rabu (8/8) Erdogan dilaporkan memberi tahu A-Haber TV, media milik menantu Erdogan, bahwa anggota CIA dan Mossad tinggal di rumah dan apartemen di dekat rumah  Brunson.

Brunson (50), penduduk asli Black Mountain, North Carolina, ditangkap pada  Desember 2016 oleh pihak berwenang Turki. Turki menuduh  Brunson  adalah mata-mata dan memiliki koneksi ke kelompok teroris.  Tuduhan ini dibantah keras oleh Brunson.

Dia baru-baru ini menjadi tahanan rumah setelah menghabiskan hampir dua tahun di penjara Turki. Situs TV A-Haber mengklaim pemerintah Turki telah mengidentifikasi agen-agen Barat dan mengawasi aktivitas mereka.  Brunson harus memakai perangkat pemantauan elektronik 24 jam sehari.

Baca juga, Hubungan Memanas, Delegasi Turki Berangkat ke AS.

Brunson memimpin gereja evangelis di İzmir selama lebih dari 20 tahun. Pada 2016, dia, bersama dengan puluhan ribu orang Turki, ditangkap oleh pihak berwenang karena dugaan percobaan kudeta.  Brunson dituduh mendapatkan rahasia negara dengan tujuan menggulingkan pemerintah Turki. Dia bisa menghabiskan sisa hidupnya di penjara jika terbukti bersalah.

Kasus Pastor Brunson  mengakibatkan hubungan antara AS dan Turki memburuk. Delegasi pejabat Turki dilaporkan akan mendatangi Washington pekan ini untuk menyelesaikan kebuntuan politik. Kunjungan  itu dilakukan setelah Gedung Putih memberi sanksi terhadap menteri kehakiman dan menteri dalam negeri  Erdogan. AS menuduh menteri itu memainkan peran dalam penangkapan Brunson.

Selama pertemuan di Singapura, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan, meskipun hubungan kedua negara memburuk namun Turki tetap menjadi mitra utama di kawasan itu.

"Turki adalah mitra NATO  AS dan memiliki niat untuk terus bekerja secara kooperatif. Saya menjelaskan bahwa sudah lewat waktu yang baik Pastor Brunson dibebaskan dan diizinkan untuk kembali ke AS. Saya berharap bahwa dalam beberapa hari mendatang kita akan melihat itu terjadi," katanya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA