REPUBLIKA.CO.ID, MANAMA – Menteri Luar Negeri Bahrain Khalid bin Ahmad Al-Khalifa membantah laporan kantor berita Iran Fars, yang menyebut Raja Bahrain Hamad bin Isa Al-Khalifa mengatakan Iran tidak terlibat dalam kekacauan politik di Bahrain.
“Berita yang menghubungkan pernyataan raja tentang ketidakterlibatan Iran dalam urusan internal negara Bahrain adalah sesuatu yang tidak berarti, kurang kredibel dan tidak pernah dikeluarkan oleh raja ataupun pangeran mahkota,” kata Khalid, Ahad (10/4).
Berita ini bermula dari laporan Ahlul Bayt News Agency (ABNA) yang mengutip pernyataan Raja Hamad dalam sebuah pertemuan negara-negara Kerjasama Teluk (GCC) di Riyadh, bahwa “Iran tidak terlibat dalam kekacauan di Bahrain”. Kantor berita Fars juga mengeluarkan laporan serupa.
Menurut Khalid, pernyataan seperti itu tidak pernah dikeluarkan oleh Raja Hamad bin Isa atau Pangeran Salman bin Hamad Al-Khalifa, Putra Mahkota dan Wakil Panglima Tertinggi, dalam bentuk apapun.
Di sisi lain, Perdana Menteri Bahrain Pangeran Khalifa bin Salman Al-Khalifa, meminta warganya meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kesatuan dan persatuan masyarakat Teluk. Ia juga meminta warga tidak terpengaruh oleh propaganda yang sengaja dilakukan untuk membuat kesenjangan antara kelompok masyarakat.
Perdana Menteri Khalifa juga mengatakan bahwa pertemuan petinggi-petinggi Bahrain dengan GCC adalah dalam rangka menegaskan kebanggaan dan ikatan persaudaraan yang telah mengikat wilayah-wilayah tersebut sejak lama.