REPUBLIKA.CO.ID, MANAMA - Kementerian Dalam Negeri Bahrain melakukan penggeledahan di beberapa wilayah tertentu—berdasarkan informasi intelijen—dan menemukan beberapa anggota gerakan oposisi menyimpan senjata api, amunisi dan bom molotov di dalam masjid yang siap digunakan.
Direktur Jenderal Investigasi dan Bukti Pidana mengatakan, aparat keamanan berhasil menyita tiga macam senjata, tas berisi amunisi dan kuantitas bom Molotov. “Jumlah bom Molotov yang disita hampir 2.000 botol. Ada pula senjata tajam dan mematikan seperti pedang, belati, dan senjata tajam lainnya. Semua benda yang disita ini ditemukan di sebuah masjid di Malikiyah, provinsi utara,” jelasnya.
Sang Dirjen mengatakan proses pencarian dan investigasi masih terus berlanjut untuk mendapatkan akses ke pemilik senjata-senjata tersebut dan alasan di balik penimbunannya. “Di sela-sela pengawasan, kami melihat ada suatu pergerakan mencurigakan yang mendorong dilakukannya pemeriksaan di masjid, di mana petugas menemukan senjata tersebut,” ujarnya.
Para petugas di TKP melakukan pemeriksaan sidik jari, mengumpulkan bukti-bukti dan melakukan penyelidikan dan melacak sumber senjata dan identitas pemiliknya. Proses investigasi ini dihadiri oleh Gubernur Provinsi Utara, Jaafar bin Rajab.
Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri Bahrain pernah mengumumkan bahwa pihaknya telah menemukan beragam jenis senjata api di berbagai rumah sakit, yang berada di bawah kendali demonstran.