Senin 27 Mar 2023 14:25 WIB

Aksi Mogok Besar-Besaran Jerman Diprediksi Lumpuhkan Transportasi Massal

Aksi mogok ini akan melumpuhkan transportasi massal dan bandara.

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Esthi Maharani
Kereta diparkir di luar stasiun kereta pusat di Frankfurt, Jerman, Rabu, 11 Agustus 2021. Supir kereta dari serikat GDL Jerman yang meminta upah lebih tinggi memulai pemogokan dua jam setelah tengah malam.
Foto: AP/Michael Probst
Kereta diparkir di luar stasiun kereta pusat di Frankfurt, Jerman, Rabu, 11 Agustus 2021. Supir kereta dari serikat GDL Jerman yang meminta upah lebih tinggi memulai pemogokan dua jam setelah tengah malam.

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Jerman akan menghadapi aksi mogok besar-besaran pada Senin (27/3/2023) waktu setempat. Aksi mogok ini akan melumpuhkan transportasi massal dan bandara. Aksi ini menjadi salah satu pemogokan terbesar dalam beberapa dekade karena akibat melonjaknya inflasi.

Pemogokan dimulai tepat setelah tengah malam dan memengaruhi layanan transportasi publik sepanjang Senin. Pemogokan ini adalah tindakan aksi industri terbaru. Jerman sebagai negara ekonomi utama Eropa mengalami gejolak ekonomi, karena harga pangan dan energi yang lebih tinggi mengurangi standar biaya hidup.

Baca Juga

Jerman sangat terpukul oleh inflasi yang lebih tinggi karena mencari sumber energi baru. Tingkat inflasi Jerman melebihi rata-rata kawasan euro dalam beberapa bulan terakhir.  Harga konsumen Jerman naik lebih dari yang diantisipasi pada Februari yaitu naik 9,3 persen dari tahun sebelumnya.

Kenaikan inflasi merupakan penyesuaian yang menyakitkan bagi jutaan pekerja di seluruh Jerman. Karena hampir semua harga melonjak mulai dari mentega hingga sewa naik, setelah bertahun-tahun harganya cukup stabil.

"Ribuan karyawan harus bertahan hidup untuk mendapatkan kenaikan gaji yang cukup besar," kata Kepala serikat buruh Verdi, Frank Werneke, kepada surat kabar Bild am Sonntag.

Para pejabat di Jerman telah menjelaskan bahwa pertarungan mereka hanya tentang gaji. Serikat Verdi sedang bernegosiasi atas nama sekitar 2,5 juta karyawan di sektor publik, termasuk transportasi umum dan pekerja bandara.  Serikat kereta api dan transportasi EVG menegosiasikan sekitar 230.000 karyawan di operator kereta api Deutsche Bahn dan perusahaan bus.

Verdi menuntut kenaikan upah 10,5 persen, yang akan membuat gaji naik setidaknya 500 euro per bulan. Sementara EVG meminta kenaikan 12 persen atau setidaknya 650 euro per bulan.

Deutsche Bahn pada Ahad (26/3/2023) mengatakan, pemogokan berlebihan, tidak berdasar dan semestinya tidak perlu dilakukan. Perusahaan juga memperingatkan bahwa upah yang lebih tinggi untuk pekerja transportasi akan menghasilkan tarif dan pajak yang lebih tinggi untuk menutup selisihnya.

sumber : Reuters

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement