Monday, 15 Ramadhan 1440 / 20 May 2019

Monday, 15 Ramadhan 1440 / 20 May 2019

Film Dokumenter Jihad Selfie, Bagaimana ISIS Merekrut Anak Muda

Senin 10 Aug 2015 20:47 WIB

Red: Ani Nursalikah

Gerilyawan ISIS

Gerilyawan ISIS

Foto: EPA/Mohammed Jalil

REPUBLIKA.CO.ID, MELBOURNE -- Noor Huda Ismail, kandidat doktor asal Indonesia di Monash University tengah merampungkan film dokumenter pertamanya. Film ini akan menampilkan kisah-kisah dari para pemuda yang tertarik bergabung dengan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Film yang diberi judul Jihad Selfie akan memberikan pandangan lain soal kelompok tersebut. Sesuai dengan judulnya, tema besar dari film dokumenter ini adalah bagaimana anak-anak muda tertarik bergabung dengan kelompok ISIS lewat bantuan jaringan sosial, seperti Facebook dan Twitter.

Banyak diantara mereka terkesan saat melihat para anggota kelompok ISIS yang mengambil foto sendiri atau selfie (swafoto), sambil mengusung senjata dengan latar belakang di medan perang seolah mereka menjadi pahlawan.

Menurut Huda yang meraih Australia Award di 2014, pola rekrutmen kelompok ISIS ini sangatlah berbeda dengan kelompok-kelompok lainnya.

"Narasumber saya bukanlah orang jahat, mereka juga bukan yang ngajinya kencang, malah misalnya ada yang pernah juara olimpiade matematika, ada pula yang pilot," jelas Huda kepada Erwin Renaldi dari ABC International.

"Sekarang ini muncul klaster yang sama sekali kita tidak pernah tahu orangnya dan dari mana mereka berasal."

Menurut Huda, pola yang digunakan oleh kelompok ISIS dalam merekrut anak-anak muda memiliki distribusi pesan yang sangat luas. Mereka sepertinya paham benar akan kegemaran anak muda jaman sekarang sehingga memanfaatkan teknologi internet dan jejaring sosial.

"[Pesan] yang dikedepankan adalah bukan untuk bergabung dengan sebuah kelompok teroris, tetapi bergabung mendirikan sebuah negara. Dengan menjual pesona, anak-anak muda nantinya bisa menjadi bagian dari ide besar untuk membuat sebuah pranata dunia yang baru," jelas Huda.

Huda berpendapat ada kesalahan dalam membaca tren jika ISIS selalu dikaitkan dengan faktor keamanan, atau diidentikkan dengan kelompok Islam, termasuk dalam hal penanganannya

"Karenanya, saya sebagai orang Indonesia ingin memperlihatkan ini adalah jenis tantangan modernitas yang baru yang harus didiskusikan," ujar Huda, yang juga pernah menulis buku Temanku, Teroris? dan sedang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris ini.

Sumber : http://www.australiaplus.com/indonesian/2015-08-10/film-dokumenter-jihad-selfie-angkat-tantangan-baru-hadapi-pengikut-isis/1479904
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA