REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Warga Cina di Vietnam tengah dalam keadaan darurat. Kondisi darurat pasca kerusuhan anti Cina di Vietnam, telah memaksa lebih dari tiga ribu warga Cina di evakuasi dari Vietnam. Demikian kantor berita lokal Cina, Xinhua melaporkan, seperti dilansir dari Reuters (Sabtu, 17/5).
Kementerian Transportasi Cina di Beijing mengatakan, hari ini (18/5), Cina mengirim lima buah kapal ke Vietnam untuk mengevakuasi penduduknya. Evakuasi dilakukan, menyusul bentrokan yang terjadi antara demonstran dan pekerja asal Cina.
Puncaknya, bentrok pecah pada Selasa (13/5) lalu di Vietnam bagian selatan. Saat itu, ribuan demonstran berkumpul dan tiba-tiba menyerang pekerja asal China. Tidak hanya itu, berbagai usaha dan pabrik milik China, atau apapun yang dianggap China dihancurkan.
Jendela, pintu, dan bangunan tersebut dirusak, dan kendaraan yang terparkir di jalanan ikut dibakar. Menurut Kementerian Luar Negeri Cina, kekerasan mengakibatkan setidaknya dua warga asal China tewas, dan lebih dari 100 lainnya mengalami luka-luka.
Sementara itu, sebanyak enam belas warga negara Cina menderita luka parah, dan segera dievakuasi hari ini menggunakan kapal yang dirancang sebagai penerbangan medis. Selain korban, para pekerja dari Perusahaan Metalurgi milik Cina,juga dievakuasi kembali ke Cina hari ini.
Perusahaan ini merupakan kontraktor pabrik besi dan baja yang dibangun oleh Formosa Plastics Group, investor terbesar Taiwan di Vietnam. Menanggapi kondisi tersebut, Kementerian Luar Negeri Cina menyarankan warganya untuk menunda perjalanan ke Vietnam. Sementara itu, warga Cina di Vietnam diminta untuk tidak keluar rumah.
Pihak penerbangan Cina juga mengatakan, akan menangguhkan semua jadwal penerbangan dari Shanghai ke Vietnam mulai Senin (19/5). Sebanyak sembilan jadwal penerbangan yang membawa sekitar 350 penumpang ke Vietnam, ditunda hingga bulan depan.
Kerusuhan terjadi di Vietnam, sebagai aksi protes rakyat Vietnam terhadap tindakan Cina yang dinilai provokatif. Cina mendirikan rig pengeboran minyak raksasa di Laut Cina Selatan, di wilayah yang juga diklaim oleh pemerintah Vietnam sebagai teritorial kedaulatan mereka.