Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

Jepang dan Prancis Khawatir Kondisi Timteng

Rabu 26 Jun 2019 23:19 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Teguh Firmansyah

Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Foto: Yoan Valat, Pool via AP
Trump mengaku sempat mengeluarkan perintah menyerang Iran, namun membatalkannya.

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO -- Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan, ia dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe sudah sepakat untuk meningkatkan hubungan angkatan laut di Kawasan Indo-Pasifik. Keduanya juga mengungkapkan keprihatinan mereka dengan ketegangan yang terjadi di Timur Tengah.

Hal ini Macron sampaikan dalam konferensi gabungan di Tokyo pada Rabu (26/6), satu pekan sebelum pertemuan G-20 di Osaka digelar.

Macron berharap perang dagang Amerika Serikat dan Cina dapat mereda selama pertemuan G-20. Keduanya juga sepakat untuk memastikan denuklirasasi Iran dan Korea Utara.  Sementara itu, Abe menambahkan melindungi keamanan Selat Hormuz sangat krusial.

Kedua negara menandatangani rencana kerja sama yang berfokus pada pertahanan, ekonomi dan isu-isu global. Tidak hanya Prancis dan Jepang.

Jerman juga mengungkapkan kekhawatiran mereka dengan ketegangan yang terjadi di Timur Tengah. Pemerintah Jerman mengatakan isu AS-Iran dapat banyak diangkat dalam pertemuan G-20.

Presiden AS Donald Trump akan tiba di Jepang satu pekan setelah ia membatalkan serangan ke Iran. Trump hendak menyerang Iran setelah Teheran menembak jatuh pesawat tanpa awak militer AS. Kekhawatiran akan ada perang di Timur Tengah menaikan harga minyak dunia.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA